Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 menurun dan tetap
dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik, IHK Juli 2026 mencatatkan deflasi sebesar 0,14% (mtm),
sehingga secara tahunan, IHK mengalami inflasi sebesar 2,88% (yoy), lebih
rendah dari Juni 2026 yang sebesar 3,34% (yoy). Perkembangan inflasi IHK Juli 2026 tersebut
dipengaruhi terutama oleh kelompok volatile food (VF). Inflasi kelompok
inti tercatat sebesar 2,76% (yoy), stabil dari bulan sebelumnya sebesar 2,76%
(yoy). Kelompok administered price (AP) mengalami inflasi sebesar 3,58%
(yoy), lebih tinggi dari Juni 2026 sebesar 3,42% (yoy). Sementara itu, kelompok
VF mengalami inflasi sebesar 2,52% (yoy), lebih rendah dari Juni 2026 sebesar
5,58% (yoy). Secara bulanan, kelompok inti dan AP mengalami inflasi
masing-masing sebesar 0,14% (mtm) dan 0,25% (mtm), sementara itu kelompok VF
megalami deflasi sebesar 1,68% (mtm). Ke depan, Bank
Indonesia meyakini inflasi 2026 secara tahunan tetap berada dalam kisaran
sasaran 2,5±1%. Prakiraan ini didukung oleh konsistensi kebijakan moneter dan
eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah
(Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan
TPID), serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional yang
didukung oleh Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).