No.28/47/DKom
Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator nilai tukar dan
yield SBN (Surat Berharga Negara) sebagai berikut:
Pada akhir hari
Kamis, 19 Februari 2026
- Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.870 per dolar AS.
-
Yield SBN 10 tahun naik ke 6,44%.
- DXY[1] menguat ke level 97,93.
-
Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke 4,067%.
Pada pagi hari
Jumat, 20 Februari 2026
- Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.880 per dolar AS.
-
Yield SBN 10 tahun naik ke 6,45%.
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas data, perkembangan aliran modal asing untuk saham dan SBN masing-masing dapat diakses melalui website
Bursa Efek Indonesia dan
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko – Kementerian Keuangan Indonesia. Selanjutnya, untuk terus memperkuat akuntabilitas dan reliabilitas data, maka mulai minggu pertama Maret 2026, siaran pers Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah tidak akan diterbitkan. Informasi terkait data perkembangan transaksi SRBI periode mingguan dapat diakses pada website BI melalui menu Statistik - Indikator atau
link berikut.
Jakarta, 20 Februari 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif
[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).
[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.