No. 24/84/DKom
Kebutuhan pembiayaan korporasi terindikasi meningkat pada Februari 2022
dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih
Tertimbang[1] (SBT)
sebesar 14,3% lebih tinggi dari SBT Januari 2022 sebesar 13,1%. Peningkatan
pembiayaan bersumber dari dana sendiri yang masih menjadi mayoritas pembiayaan
dan pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik dan kredit baru ke perbankan.
Sementara itu, pembiayaan yang bersumber dari pinjaman/utang dari perusahaan
induk terindikasi melambat.
Pada Februari 2022, penyaluran kredit baru juga terindikasi meningkat
dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Faktor utama yang memengaruhi perkiraan
meningkatnya penyaluran kredit baru tersebut yaitu permintaan pembiayaan dari
nasabah, serta prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan. Penyaluran kredit
baru pada Februari 2022 terindikasi meningkat pada seluruh kategori bank dan
pada seluruh jenis kredit. Sementara itu, untuk keseluruhan periode triwulan I
2022, penawaran penyaluran kredit baru diprakirakan tumbuh melambat dibandingkan
triwulan sebelumnya.
Kebutuhan pembiayaan baru oleh rumah tangga relatif stabil pada Februari
2022. Mayoritas rumah tangga memilih Bank Umum sebagai sumber utama penambahan
pembiayaan, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi
Guna.
Hasil lengkap survei dapat dilihat dalam Survei Permintaan PenawaranPembiayaan di website Bank
Indonesia.
Jakarta, 18 Maret
2022
Kepala Departemen
Komunikasi
Erwin Haryono
Direktur Eksekutif
Informasi tentang Bank
Indonesia
Tel.021-131, email : bicara@bi.go.id
[1] Pengolahan data dilakukan
dengan menggunakan metode “Saldo Bersih Tertimbang" (SBT), yakni jawaban
responden dikalikan dengan bobot kreditnya (total 100%), selanjutnya dihitung
selisih antara persentase responden yang memberikan jawaban meningkat dan
menurun.
