Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon

​Departemen Komunikasi​​​

2/19/2021 5:00 PM
Hits: 859

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (19 Februari 2021)

Siaran Pers
 

No.23/45/DKom

Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :

A.  Perkembangan Nilai Tukar 15 – 18 Februari 2021

Pada akhir hari Kamis, 18 Februari 2021

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.010 per dolar AS.
  2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke level 6,49%.
  3. DXY[1] menguat ke level 90,59.
  4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik  ke level 1,129%

Pada pagi hari Jumat, 19 Februari 2021

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.030 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik ke level 6,52%.

Aliran Modal Asing (Minggu III Februari 2021)

  1. Premi CDS Indonesia 5 tahun relatif stabil ke 66,90 bps per 18 Februari 2021 dari 66,8 bps per 12 Februari 2021.
  2. Berdasarkan data transaksi 15-18 Februari 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp3,54 triliun, dengan jual neto di pasar SBN sebesar Rp2,40 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp1,14 triliun.
  3. Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp36,24 triliun.

B.  Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali

  1. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Februari 2021, perkembangan harga pada bulan Februari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,07% (mtm).  Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Februari 2021 secara tahun kalender sebesar 0,33% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,34% (yoy).
  2. Penyumbang utama inflasi komoditas cabai merah sebesar 0,03% (mtm), kangkung sebesar 0,02% (mtm), cabai rawit, bayam, bawang merah, daging sapi, besi beton dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar -0,03% (mtm), daging ayam ras dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,02% (mtm), tomat dan air kemasan masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

    Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

 

Jakarta, 19 Februari 2021
Kepala Departemen Komunikasi
Erwin Haryono
Direktur Eksekutif

Informasi tentang Bank Indonesia
Telp. 021-131, Email : bicara@bi.go.id



[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.



Lampiran
Kontak

​​​Contact Center BICARA : (62 21) 131 e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 2/22/2021 8:34 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga