Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon

​Departemen Komunikasi

11/12/2021 7:00 PM
Hits: 2075

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (12 November 2021)

Siaran Pers
 


No.23/300/DKom

Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :

A.  Perkembangan Nilai Tukar 8 – 12 November 2021

Pada akhir hari Kamis, 11 November 2021

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.260 per dolar AS.
  2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke level 6,16%.
  3. DXY[1] menguat ke level 95,18.
  4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke level 1,549%.

Pada pagi hari Jumat, 12 November 2021

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.255 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik ke level 6,19%.

Aliran Modal Asing (Minggu II November 2021)

  1. Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke level 84,27 bps per 11 November 2021 dari 79,58 bps per 5 November 2021.
  2. Berdasarkan data transaksi 8-11 November 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp2,79 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp2,39 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp0,39 triliun.
  3. Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden jual neto Rp16,01 triliun.

B.   Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali

  1. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II November 2021, perkembangan harga pada November 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,25% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi November 2021 secara tahun kalender sebesar 1,18% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,63% (yoy).
  2. Penyumbang utama inflasi November 2021 sampai dengan minggu II yaitu komoditas telur ayam ras sebesar 0,06% (mtm), minyak goreng sebesar 0,05% (mtm), cabai merah sebesar 0,04% (mtm), daging ayam ras sebesar 0,02% (mtm), sabun detergen bubuk, emas perhiasan dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain tomat, bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

 

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

 

Jakarta, 12 November 2021

Kepala Departemen Komunikasi

Erwin Haryono

Direktur Eksekutif

 

Informasi tentang Bank Indonesia

Tel.021-131, email : bicara@bi.go.id

 



[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

Infografis_Perkembangan_Indikator_Stabilitas_Nilai_Rupiah_12_November_2021.jpg

Lampiran
Kontak

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 11/19/2021 10:49 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga