Laporan

BI Icon

​Grup Sektoral dan Regional DKEM ​​​​​

10/25/2022 11:00 AM
Hits: 3944

Laporan Nusantara Oktober 2022​

Triwulan
Laporan Nusantara

Perekonomian di berbagai daerah melanjutkan perbaikan di tengah dinamika tantangan eksternal dan domestik. Sampai dengan triwulan III 2022, permintaan domestik dan kinerja ekspor masih menjadi penopang perbaikan ekonomi. Konsumsi swasta diprakirakan tetap kuat didukung oleh peningkatan mobilitas seiring terkendalinya kasus COVID-19 serta didukung oleh stimulus kebijakan Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Sementara itu, kinerja investasi triwulan III diprakirakan lebih baik dari triwulan sebelumnya ditopang berlanjutnya proyek Pemerintah dan swasta di hampir seluruh wilayah. Namun demikian, tekanan kenaikan biaya input diperkirakan memengaruhi penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur Pemerintah meski proyek swasta menunjukkan indikasi perbaikan yang positif. Perbaikan ekonomi domestik juga ditopang ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam (SDA) yang tetap kuat. Hingga triwulan III 2022, ekspor nonmigas ditopang tetap tingginya permintaan dan harga komoditas khususnya terkait energi, di tengah masih berlanjutnya sejumlah risiko global antara lain ketegangan geopolitik Rusia – Ukraina, kebijakan proteksionisme, serta kebijakan zero COVID-19 di Tiongkok. Masih kuatnya kinerja ekspor tersebut mendorong perbaikan kinerja lapangan usaha (LU) tradeable di berbagai wilayah, seperti LU Pertambangan di Sulampua serta LU Industri Pengolahan di Jawa dan Sumatera. Dengan dinamika tersebut, pertumbuhan ekonomi nasional diprakirakan tetap bias ke atas dalam kisaran 4,5-5,3% dengan dukungan tingginya permintaan ekspor dan masih terjaganya konsumsi swasta.

Di sisi inflasi, realisasi inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di seluruh wilayah melanjutkan peningkatan pada triwulan III 2022. Inflasi IHK secara nasional mencapai 5,95% (yoy) pada triwulan III 2022, meningkat dari 4,35% (yoy) pada triwulan II 2022, dan berada di atas rentang sasaran inflasi IHK nasional. Peningkatan tekanan inflasi terjadi di semua wilayah, dipengaruhi khususnya oleh inflasi kelompok administered prices (AP) sejalan dengan kebijakan penyesuaian harga BBM. Inflasi inti juga meningkat didorong oleh perbaikan permintaan domestik secara gradual di semua wilayah, tekanan harga komoditas global yang masih tinggi, nilai tukar Rupiah yang depresiatif, dan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM. Sementara itu, inflasi volatile food (VF) menurun dipengaruhi oleh meredanya tekanan harga komoditas hortikultura seiring faktor cuaca yang lebih baik sehingga mendorong perbaikan pasokan dan distribusi. Pada keseluruhan 2022, inflasi IHK diprakirakan lebih rendah dari prakiraan awal kendati masih lebih tinggi dari batas atas sasaran inflasi 3,0±1%. Prakiraan ini dipengaruhi oleh tekanan inflasi dari sisi permintaan yang diprakirakan masih berlanjut secara gradual, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, serta dampak lanjutan (second round effect) dari kenaikan harga BBM. Bank Indonesia tetap berkomitmen penuh untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, di tingkat pusat dan daerah, melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

Publikasi Laporan Nusantara edisi kali ini juga mengangkat isu strategis mengenai “Recovering, Reshaping, and Financing the Economy after Pandemic: Sinergi Pusat dan Daerah untuk Mengakselerasi Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Dukungan Pembiayaan Hilirisasi Sektor Prioritas". Pemulihan ekonomi nasional terus berlangsung di tengah berbagai tantangan di tingkat global dan domestik. Di sisi global, risiko stagflasi dan resesi global yang semakin tinggi, disrupsi pada rantai pasok, serta pengetatan kebijakan moneter oleh sejumlah bank sentral berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi domestik. Demikian pula halnya tantangan dari domestik yang antara lain bersumber dari belum meratanya pemulihan ekonomi baik secara spasial maupun sektoral, meningkatnya tekanan inflasi, serta perbaikan kinerja ekspor yang masih ditopang komoditas SDA sehingga rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, pemulihan sektor prioritas dengan dukungan pembiayaan perlu diakselerasi. Upaya untuk meningkatkan ketahanan dan pembiayaan hilirisasi sektor prioritas perlu terus ditempuh secara konsisten didukung sejumlah kebijakan dan sinergi berbagai stakeholders guna mendukung perbaikan ekonomi nasional dan mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

 

 


Lampiran



Kontak

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB​

Halaman ini terakhir diperbarui 1/24/2023 12:13 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga