Laporan

BI Icon

Grup Sektoral dan Regional DKEM ​​​​

1/27/2022 12:00 AM
Hits: 3704

Laporan Nusantara Januari 2022

Triwulan
Laporan Nusantara

Perbaikan ekonomi di berbagai daerah diprakirakan terus berlanjut pada triwulan IV 2021. Peningkatan mobilitas masyarakat dan belanja fiskal daerah, serta ekspor nonmigas yang tetap kuat pada akhir tahun menopang perbaikan kinerja ekonomi di berbagai daerah. Perkembangan tersebut mendorong kinerja hampir seluruh lapangan usaha (LU), seperti perdagangan di seluruh wilayah, industri manufaktur di Jawa, serta pertambangan di Kalimantan dan Sulampua. Perbaikan kinerja ekonomi di seluruh wilayah untuk keseluruhan 2021 masih sejalan dengan perkiraan sebelumnya. Permintaan domestik membaik didukung penurunan kasus Covid-19, pelonggaran restriksi mobilitas, akselerasi vaksinasi serta dukungan stimulus dan belanja fiskal daerah, secara keseluruhan menopang perbaikan kinerja LU non-tradable. Permintaan eksternal yang masih kuat juga turut mendorong kinerja LU tradable. Perkembangan positif di berbagai wilayah tersebut mendukung prospek pertumbuhan ekonomi nasional pada 2021 yang berada dalam kisaran 3,2-4,0%. Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat ke kisaran 4,7-5,5% pada 2022, sejalan dengan akselerasi konsumsi swasta dan investasi, di tengah tetap terjaganya belanja fiskal dan ekspor, meski risiko kenaikan kasus Covid-19 tetap perlu terus diwaspadai. Prakiraan tersebut didukung oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan dengan akselerasi vaksinasi, pembukaan ekonomi yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

Realisasi inflasi di seluruh wilayah hingga akhir 2021 tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional pada 2021 tercatat 1,87% (yoy) dan berada di bawah kisaran sasaran 3,0%±1%, meski meningkat dibandingkan dengan inflasi IHK 2020 yang sebesar 1,68% (yoy). Rendahnya tekanan inflasi terutama dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap rendah dan inflasi VF yang relatif terjaga, di tengah meningkatnya inflasi AP di seluruh wilayah. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat sebagai dampak pandemi Covid-19, nilai tukar yang stabil dan ekspektasi inflasi yang terjaga, ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan, serta sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah untuk menjaga stabilitas harga. Pada 2022, inflasi diprakirakan terkendali dalam kisaran sasaran 3,0%±1% sejalan dengan masih memadainya penawaran agregat dalam memenuhi kenaikan permintaan agregat, tetap terkendalinya ekspektasi inflasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah, serta respons kebijakan yang ditempuh oleh Bank Indonesia dan Pemerintah.

Publikasi Laporan Nusantara edisi kali ini mengangkat isu strategis mengenai “Mempercepat Pemulihan dan Penguatan Struktur Industri Manufaktur". Upaya pemulihan ekonomi yang terus berjalan perlu tetap disertai penguatan strategi untuk mendorong transformasi Indonesia menuju negara maju. Namun, kondisi struktur industri manufaktur hingga kini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti ekspor yang didominasi oleh produk berbasis sumber daya alam dan produk dengan tingkat pengolahan yang relatif rendah, serta ketergantungan terhadap bahan baku impor yang tinggi. Demikian pula dengan linkage antarindustri dan antarwilayah yang belum cukup kuat, di tengah tantangan terkait transisi menuju ekonomi hijau yang semakin mengemuka. Terkait dengan tantangan tersebut, berbagai upaya untuk memperkuat struktur industri manufaktur perlu segera diakselerasi.

Lampiran
Kontak
Grup Sektoral dan Regional

Menara Sjafruddin Prawiranegara Lt. 19, Jl. MH. Thamrin No. 2
Telp. 021-29815095/5058 Fax. 021-2311219

Halaman ini terakhir diperbarui 1/27/2022 8:39 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga