Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 meningkat, meski masih berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK Juni 2026 mencatatkan inflasi sebesar 0,44% (mtm), sehingga secara tahunan, IHK mengalami inflasi sebesar 3,34% (yoy), lebih tinggi dari Mei 2026 yang sebesar 3,08% (yoy) (Grafik 1). Perkembangan inflasi IHK Juni 2026 dipengaruhi terutama oleh inflasi kelompok administered prices (AP) dan inti. Inflasi kelompok inti tercatat sebesar 2,76% (yoy), lebih tinggi dari Mei 2026 sebesar 2,59% (yoy). Kelompok AP mengalami inflasi sebesar 3,42% (yoy), lebih tinggi dari Mei 2026 sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mengalami inflasi sebesar 5,58% (yoy), lebih rendah dari Mei 2026 sebesar 6,24% (yoy). Secara bulanan, kelompok inti, VF, dan AP mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,23% (mtm), 0,14% (mtm), dan 1,41% (mtm) (Grafik 2). Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi 2026 secara tahunan tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Prakiraan ini didukung oleh konsistensi kebijakan moneter dan eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional yang didukung oleh Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).