Nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini menghadapi tekanan cukup berat akibat meningkatnya tensi geopolitik global yang merembet ke pasar keuangan, bahkan sempat mendorong rupiah menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat sinergi Kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian dan memperkuat keyakinan pelaku pasar. Serangkaian Kebijakan moneter juga dieksekusi untuk mendukung stabilitas tanpa mengorbankan konsistensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif dan menerapkan Kebijakan moneter, termasuk Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valas (PUVA). Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, Bank Indonesia juga melakukan pelonggaran Kebijakan makroprudensial untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas dan mendorong intermediasi perbankan. BI juga senantiasa melakukan penguatan pembayaran digital lintas negara melalui QRIS Cross border.
Sobat Rupiah juga bisa membaca ulasan mengenai wisata anti mainstream di Jawa Timur, bersama dengan kuliner yang wajib dicicipi dan souvenir wastra yang menarik untuk dibeli. Baca selengkapnya melalui Majalah BICARA Edisi 112 Tahun 2026.