Abstraksi Buku
Seratus tahun silam di tanah pengasingan, Tan Malaka menulis karya kecil yang memuat ide besar Indonesia Merdeka. Dalam Naar de Republiek Indonesia, ia menuliskan gagasan-gagasan besar yang melampaui zaman. Di saat banyak tokoh pergerakan masih mencari jalan menuju kemerdekaan, Tan Malaka melangkah lebih jauh: merancang secara detail bentuk negara Indonesia Merdeka dan menyusun program konkret untuk menjamin kesejahteraan rakyat. Terutama kaum buruh dan petani.
Tan Malaka memperjuangkan kemerdekaan penuh tanpa syarat, hak politik menyeluruh bagi seluruh rakyat, baik laki-laki maupun perempuan, ketika bahkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat belum mengakui kesetaraan ras dan gender dalam kehidupan politik.
Lebih dari sekadar manifesto politik, Naar de Republiek Indonesia adalah raison d'être kemerdekaan bangsa kita. Bukan sekadar lepas dari penjajahan kolonial, tetapi juga menjamin hak-hak seluruh warga untuk bebas dari belenggu oligarki bangsa sendiri. 100 tahun setelah ditulis, buku ini tetap relevan di tengah dunia yang masih diguncang ketimpangan dan penjajahan gaya baru.