No.28/71/DKom
Uang Primer (M0) Adjusted[1] pada Maret 2026 tumbuh 16,8% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 18,3% (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.396,5 triliun. Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 41,8% (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 8,6% (yoy). Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).
Data lengkap statistik uang primer dapat dibaca pada link berikut.
Jakarta, 8 April 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif
[1] Uang Primer (M0) Adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas. Mulai Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia.