Laporan

BI Icon

Grup Sektoral dan Regional DKEM ​​​

10/27/2021 10:00 PM
Hits: 3014

Laporan Nusantara Oktober 2021

Triwulan
Laporan Nusantara

Perbaikan ekonomi di berbagai daerah diprakirakan terus berlanjut meski lebih terbatas dari perkiraan sebelumnya. Sampai dengan triwulan III 2021, berlanjutnya peningkatan kinerja perekonomian di berbagai daerah terutama ditopang oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam (SDA). Perkembangan tersebut mendorong kinerja berbagai lapangan usaha (LU) tradable di daerah, seperti industri pengolahan berbasis SDA di Sumatera dan Sulampua, serta pertambangan di Sulampua. Perbaikan ekonomi diprakirakan terus berlanjut di seluruh daerah pada triwulan IV 2021, sejalan dengan menurunnya penyebaran COVID-19 dan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Permintaan domestik secara gradual meningkat didukung akselerasi vaksinasi, serta stimulus dan belanja fiskal daerah. Permintaan eksternal yang diprakirakan masih kuat juga mendorong kinerja LU terutama yang berorientasi ekspor. Seiring dengan naiknya permintaan domestik dan eksternal, peningkatan kapasitas utilisasi pada gilirannya mendorong berlanjutnya investasi swasta. Perkembangan positif di berbagai wilayah tersebut mendukung prospek pertumbuhan ekonomi nasional pada 2021 yang diprakirakan sejalan dengan proyeksi sebelumnya, yakni berada pada kisaran 3,5%-4,3%. Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi pada 2022 diprakirakan membaik didorong oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

Inflasi di seluruh wilayah pada triwulan III 2021 tetap rendah didukung terjaganya kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi, ditengah tekanan permintaan yang masih terbatas. Secara nasional, inflasi pada triwulan III 2021 tercatat rendah yakni sebesar 1,60% (yoy), meskipun lebih tinggi dari triwulan II 2021 yang sebesar 1,33% (yoy). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya inflasi kelompok volatile food (VF) dan administered prices (AP), ditengah inflasi inti yang terjaga rendah. Realisasi inflasi yang lebih tinggi terjadi di hampir seluruh wilayah, kecuali Sulampua. Hingga akhir 2021, inflasi diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran 3,0±1% dan akan tetap terjaga dalam rentang sasaran 3,0±1% pada 2022.

Publikasi Laporan Nusantara edisi kali ini juga mengangkat isu strategis mengenai “Mengintegrasikan UMKM ke dalam Pasar Global melalui Global Value Chain (GVC) dan Global E-Commerce (GEC)". Pandemi COVID-19 yang memberikan dampak lebih besar terhadap UMKM terutama dipengaruhi oleh tingginya ketergantungan terhadap pasar domestik, dan terbatasnya kapasitas UMKM untuk dapat memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi global yang berlangsung lebih cepat. Kecepatan pemulihan UMKM perlu menjadi salah satu agenda prioritas, mengingat serapan tenaga kerjanya yang mencapai lebih dari 95% tenaga kerja nasional. Untuk itu, integrasi UMKM dengan pasar global perlu segera didorong, terutama dalam rangka meningkatkan inklusivitas pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Lampiran
Kontak

​​Grup Sektoral dan Regional

Menara Sjafruddin Prawiranegara Lt. 19, Jl. MH. Thamrin No. 2
Telp. 021-29815095/5058 Fax. 021-2311219

Halaman ini terakhir diperbarui 10/28/2021 9:55 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga