Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 melandai dan telah kembali berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK Maret 2026 mencatatkan inflasi sebesar 0,41% (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 3,48% (yoy), lebih rendah dari Februari 2026 yang sebesar 4,76% (yoy). Perkembangan inflasi IHK Maret 2026 dipengaruhi oleh inflasi inti dan volatile foods (VF) yang melandai. Inflasi inti tercatat sebesar 2,52% (yoy), lebih rendah dari Februari 2025 sebesar 2,63% (yoy). Kelompok VF mengalami inflasi sebesar 4,24% (yoy), lebih rendah dari Februari 2025 sebesar 4,64% (yoy). Sementara itu, kelompok AP mengalami inflasi sebesar 6,08 % (yoy), lebih rendah dari Februari 2025 sebesar 12,6% (yoy). Secara bulanan, kelompok inti mengalami inflasi 0,13% (mtm) dan VF mengalami inflasi 1,58% (mtm), sementara kelompok AP mengalami sebesar 0,31% (mtm). Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi 2026 secara tahunan tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Prakiraan ini didukung oleh konsistensi kebijakan moneter dan eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.