QRIS
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau biasa
disingkat QRIS (dibaca “Kris”) merupakan standar QR Code Pembayaran
yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi
transaksi pembayaran di Indonesia. QRIS dikembangkan oleh industri sistem
pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR
Code dapat lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH). Semua
Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang akan menggunakan QR Code
Pembayaran wajib menerapkan QRIS.
Dompet Elektronik
Definisi
Dompet Elektronik adalah layanan elektronik untuk menyimpan data instrumen
pembayaran, antara lain alat pembayaran dengan menggunakan kartu dan/atau
uang elektronik, yang dapat menampung dana untuk melakukan pembayaran.
Penyelenggara Dompet Elektronik
Penyelenggara Dompet Elektronik merupakan salah satu Penyelenggara Jasa
Sistem Pembayaran yang harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Bank
Indonesia.
Batas Dana dalam Dompet Elektronik
Batas dana yang dapat ditampung di dalam Dompet Elektronik sebanyak
Rp10.000.000,00 (Sepuluh Juta Rupiah).
Penggunaan Dana dalam Dompet Elektronik
Dana yang ditampung di dalam Dompet Elektronik hanya dapat digunakan untuk
tujuan pembayaran yang mencakup:
- Pembayaran transaksi belanja
- Pembayaran tagihan
Dana yang ditampung di dalam Dompet Elektronik tidak dapat dipindahkan ke
Dompet Elektronik lain.
Penambahan dan Penarikan Dana dalam Dompet Elektronik
Penambahan dana pada Dompet Elektronik dapat dilakukan antara lain dengan
penyetoran tunai, transfer, atau auto debet rekening simpanan atau uang
elektronik. Penarikan dana hanya dapat dilakukan dengan cara memindahkan
dana ke rekening simpanan pengguna di Bank yang telah didaftarkan atau
menarik dana secara tunai dalam rangka redeem.
Ketentuan Dompet Elektronik
Ketentuan mengenai Dompet Elektronik diatur pada Peraturan Bank Indonesia
No.18/40/PBI/2016 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.18/41/DKSP tentang
Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.
Payment Gateway
Payment Gateway adalah layanan elektronik yang memungkinkan pedagang untuk
memroses transaksi pembayaran dengan menggunakan alat pembayaran dengan
menggunakan kartu, uang elektronik, dan/atau Proprietary Channel.
Penyelenggara Payment Gateway merupakan salah satu Penyelenggara Jasa Sistem
Pembayaran yang harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Bank Indonesia.
Ketentuan mengenai Payment Gateway diatur pada Peraturan Bank Indonesia
No.18/40/PBI/2016 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.18/41/DKSP tentang
Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.
Switching
Switching adalah infrastruktur yang berfungsi sebagai pusat dan/atau
penghubung penerusan data transaksi pembayaran melalui jaringan yang
menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu, uang elektronik,
dan/atau transfer dana. Penyelenggara Switching merupakan salah satu
Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang harus mendapatkan izin terlebih
dahulu dari Bank Indonesia. Ketentuan mengenai Switching diatur pada
Peraturan Bank Indonesia No.18/40/PBI/2016 dan Surat Edaran Bank Indonesia
No.18/41/DKSP tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.
Proprietary Channel
Proprietary Channel adalah kanal pembayaran yang dikembangkan dan dimiliki
oleh Bank secara eksklusif untuk kepentingan nasabah sendiri yang antara
lain menggunakan teknologi berbasis short message service, mobile, web,
subscriber identity module tool kit, dan/atau unstructured supplementary
service data. Penyelenggaraan Proprietary Channel yang dilakukan oleh
Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran berupa Bank wajib mendapat persetujuan
Bank Indonesia. Ketentuan mengenai Proprietary Channel diatur pada Peraturan
Bank Indonesia No.18/40/PBI/2016 dan Surat Edaran Bank Indonesia
No.18/41/DKSP tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.