Manjamen Risiko dan Pengendalian Internal - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
26 Agustus 2019

MANAJEMEN RISIKO DAN PENGENDALIAN INTERNAL

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Bank Indonesia menghadapi risiko yang berpotensi meningkat dan kompleks yang disebabkan oleh dinamika perkembangan dan tuntutan, baik secara internal maupun eksternal. Untuk itu, diperlukan pengelolaan risiko secara komprehensif dan terintegrasi dengan penguatan pada aspek pengendalian intern.

Pelaksanaan manajemen risiko dilakukan dengan mengacu kepada international best practices terbaik yang terbagi dalam 3 (tiga) kategori. Pertama, pengendalian risiko secara first line of defense yang dilakukan oleh unit kerja yang melaksanakan proses bisnis. Kedua, pengendalian risiko secara second line of defense dilakukan oleh unit kerja yang memiliki fungsi manajemen risiko dan independen dari unit kerja yang melaksanakan proses bisnis. Ketiga, pengendalian risiko secara third line of defense dilakukan oleh unit kerja yang melaksanakan fungsi audit internal guna memastikan kegiatan pengendalian risiko dilaksanakan secara efektif.

manajamen-risiko.png

Dengan adanya pengendalian risiko dalam tiga tahapan ini, diharapkan proses pelaksanaan tugas Bank Indonesia khususnya pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan memperhatikan aspek kehati-hatian, prinsip tata kelola yang baik, dan memperoleh hasil yang optimal terhadap kinerja, keuangan, dan kredibilitas kebijakan.

Berdasarkan framework di atas, peran internal audit memiliki peran penting dalam quality assurance terhadap seluruh proses kerja di Bank Indonesia. Ruang lingkup fungsi audit internal meliputi pelaksanaan audit internal dan konsultasi melalui pemberian opini dan rekomendasi terhadap proses tata kelola, manajemen risiko, dan Pengendalian.

Pelaksanaan fungsi audit internal Bank Indonesia menggunakan metodologi audit internal berbasis risiko (Risk Based Internal Audit). Semakin tinggi risiko sasaran audit, maka semakin tinggi frekuensi pelaksanaan audit internal. Proses kerja yang berisiko tinggi diaudit setiap tahun, sedangkan proses kerja dengan risiko sedang dan rendah diaudit dalam rentang waktu yang lebih panjang, yakni sekali dalam 2 atau 3 tahun.

Show Left Panel