Manjamen Risiko dan Pengendalian Internal - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
18 September 2020

MANAJEMEN RISIKO DAN PENGENDALIAN INTERNAL

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Bank Indonesia menghadapi risiko yang berpotensi meningkat dan kompleks yang disebabkan oleh dinamika perkembangan dan tuntutan, baik secara internal maupun eksternal. Untuk itu, diperlukan pengelolaan risiko secara komprehensif dan terintegrasi dengan penguatan pada aspek pengendalian intern.

Pelaksanaan manajemen risiko dilakukan dengan mengacu kepada international best practices terbaik yang terbagi dalam 3 (tiga) kategori (three lines of defense). Pertama, pengendalian risiko secara first line of defense yang dilakukan oleh unit kerja yang melaksanakan proses bisnis. Kedua, pengendalian risiko secara second line of defense dilakukan oleh unit kerja yang memiliki fungsi manajemen risiko dan independen dari unit kerja yang melaksanakan proses bisnis. Ketiga, pengendalian risiko secara third line of defense dilakukan oleh unit kerja yang melaksanakan fungsi audit internal guna memastikan kegiatan pengendalian risiko dilaksanakan secara efektif.

risiko_pengendalian_internal.png
Dengan adanya pengendalian risiko dalam tiga tahapan ini, diharapkan proses pelaksanaan tugas Bank Indonesia khususnya pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan memperhatikan aspek kehati-hatian, prinsip tata kelola yang baik, dan memperoleh hasil yang optimal terhadap kinerja, keuangan, dan kredibilitas kebijakan.

Berdasarkan framework di atas, internal audit memiliki peran penting dalam quality assurance terhadap seluruh proses kerja di Bank Indonesia. Ruang lingkup fungsi audit internal meliputi pelaksanaan kegiatan audit (assurance) dan konsultansi yang mencakup analisis kecukupan rancang bangun dan efektivitas pelaksanaan proses Governance, proses manajemen risiko (risk management), dan proses pengendalian intern (internal control) Bank Indonesia.

Pelaksanaan fungsi audit internal Bank Indonesia menggunakan metodologi audit internal berbasis risiko (Risk Based Internal Audit). Metodologi ini terutama fokus pada risiko inherent pada setiap aktivitas atau sistem dan memberikan assurance bahwa risiko tersebut telah dikelola pada level risk appetite yang telah ditetapkan.

Seiring dengan rencana organisasi untuk menerapkan integrasi framework strategic planning, strategic risk, strategic budgeting, dan strategic audit, proses pengembangan dan pelaksanaan aktivitas audit akan difokuskan pada risiko-risiko yang bersifat strategis yang dapat mengancam pencapaian Program-Program Strategis untuk mencapai Destination Statement 2024. Berpedoman pada hal tersebut maka audit intern akan dilaksanakan dengan pendekatan top down terhadap 12 Program Strategis Bank Indonesia.

Show Left Panel