BI Icon

​Departemen Komunikasi​​

10/17/2026 7:00 PM

Literasi Syariah, Bekal Anak Muda Kelola Uang

Kebiasaan scroll media sosial sudah jadi bagian keseharian banyak anak muda. Di sela-selanya, tak jarang muncul konten tips investasi yang menjanjikan "cuan cepat". Sayangnya, tidak semua informasi keuangan yang beredar bisa dipercaya.

Blueprint Eksyar 2030 Bank Indonesia mengutip temuan bahwa 76% Generasi Z mempelajari keuangan pribadi lewat media sosial, tetapi 83% di antaranya mengaku pernah terpapar informasi keliru.

Di sisi lain, pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah belum sepenuhnya diikuti dengan penggunaan produknya. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat literasi keuangan syariah sudah 43,07%, tetapi inklusinya baru 13,24%.

Jarak antara paham dan praktik ini dibahas dalam Talkshow Literasi Keuangan Syariah, rangkaian ISEF 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Talkshow ini juga menyoroti fenomena stres finansial, yaitu rasa cemas soal keuangan yang muncul karena tekanan sosial dan target keuangan yang terlalu ambisius, misalnya saat melihat orang lain sudah mencapai banyak hal di usia yang sama.

Lalu, bagaimana prinsip keuangan syariah bisa membantu Sobat Rupiah memilah informasi dan mengelola uang dengan lebih tenang?

Prinsip Syariah dalam Kebiasaan Menabung dan Belanja

Prinsip keuangan syariah bisa diterapkan mulai dari kebiasaan menabung dan berbelanja. Dalam talkshow, harta dipandang sebagai amanah, jadi cara mendapatkan dan menggunakannya perlu dipertanggungjawabkan.

Tapi, bukan berarti Sobat Rupiah harus serba pelit, ya. Prinsip keseimbangan mengingatkan bahwa berhemat sampai mengorbankan kebutuhan penting juga perlu dihindari.

Bingung mulai dari mana? Coba pakai patokan praktis yang dibagikan dalam talkshow ini. Sisihkan minimal 10% dari pendapatan untuk ditabung, siapkan dana darurat sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan, dan jaga cicilan utang agar tidak lebih dari 35% pendapatan.

Sobat Rupiah juga perlu membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum membeli sesuatu, supaya uang tidak habis untuk hal yang kurang penting.

Pilih Produk Keuangan dengan Prinsip 2L+1H

Saat memilih produk keuangan, Sobat Rupiah bisa berpegang pada prinsip 2L+1H, yaitu Legal, Logis, dan Halal. Prinsip ini menjadi pedoman agar transaksi keuangan tetap aman.

Legal berarti lembaga atau produknya terdaftar dan diawasi OJK. Logis berarti tawarannya masuk akal, imbal hasilnya wajar, dan sesuai profil risiko. Halal berarti produknya sesuai prinsip syariah, yakni bebas dari riba, gharar atau ketidakjelasan, dan maysir atau untung-untungan.

Prinsip ini juga berguna saat menemukan konten "cuan cepat". Pernah dapat tawaran kerja paruh waktu yang cuma minta kasih likes pada unggahan? Awalnya korban diberi bonus kecil, lalu diminta deposit yang makin besar.

Modus seperti ini memanfaatkan emosi, mulai dari keserakahan lewat janji untung tinggi sampai rasa panik lewat kabar darurat keluarga.

Jika menemukan tawaran mencurigakan, jangan terburu-buru. Verifikasi informasinya, jangan bagikan data pribadi, PIN, maupun OTP, lalu laporkan lewat kanal resmi seperti Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Penipuan juga ditangani bersama oleh Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), yang beranggotakan OJK, Bank Indonesia, serta berbagai kementerian dan lembaga. Sepanjang Januari hingga 30 September 2026, Satgas PASTI menghentikan 1.222 entitas keuangan ilegal, sebagian besar berupa pinjaman daring ilegal.

Merencanakan Masa Depan dengan Lebih Tenang

Perencanaan keuangan syariah membantu Sobat Rupiah menyiapkan masa depan tanpa harus terburu-buru mengejar pencapaian orang lain. Dalam talkshow, perencanaan keuangan dimaknai sebagai kesadaran terhadap masa depan, yaitu mengevaluasi kondisi saat ini, mengantisipasi kebutuhan mendatang, dan menyiapkan konsekuensi dari keputusan hari ini.

Coba mulai dengan bertanya pada diri sendiri, apa yang sebenarnya paling penting buatmu? Dari situ, cek kemampuan finansial dan kewajiban yang dimiliki, lalu susun strategi, mulai dari mengatur arus kas, menyiapkan proteksi, mengelola utang, berinvestasi, hingga berzakat dan bersedekah.

Hasil yang dituju adalah kesejahteraan finansial yang berkelanjutan dan menghadirkan ketenangan.

Generasi Muda Jadi Prioritas Literasi Syariah

Generasi muda seperti Sobat Rupiah menjadi salah satu prioritas Bank Indonesia dalam memperluas literasi ekonomi dan keuangan syariah.

Lewat Blueprint Eksyar 2030, Bank Indonesia menginisiasi Gerakan Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah Menuju Indonesia Emas (Lentera Emas), yang menempatkan pelajar, mahasiswa, santri, dan pemuda sebagai salah satu segmen prioritas. Talkshow ini pun digelar dengan mengusung semangat Lentera Emas.

Upayanya dilakukan dari berbagai arah. Materi ekonomi syariah didorong masuk ke kurikulum pendidikan menengah, dan kampanye literasi digelar lewat beragam kanal bersama kementerian/lembaga, pelaku usaha, dan komunitas.

Key opinion leader juga dilibatkan untuk memperluas edukasi, termasuk di media sosial. Harapannya, pemahaman yang sudah ada bisa berubah menjadi kebiasaan menggunakan produk dan layanan keuangan syariah, sehingga jarak antara paham dan praktik makin dekat.

Gerakan ini akan makin terasa manfaatnya jika kita ikut mengambil peran.

Dalam talkshow, ditekankan bahwa literasi keuangan perlu diwujudkan dalam tindakan, yaitu memilih produk dengan tepat, menggunakannya dengan bijak, dan melindungi diri lewat perilaku yang aman serta bertanggung jawab. Salah satunya saat berhadapan dengan tawaran menggiurkan di media sosial.

Jadi, Sobat Rupiah, sebelum tergiur konten "cuan cepat", ingat selalu prinsip 2L+1H! Cek legalitas lembaga dan produknya, verifikasi setiap informasi lewat kanal resmi, dan jangan ragu melapor jika menemukan tawaran yang mencurigakan.



Lampiran
Kontak
​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
​e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB​​

Tags :

Halaman ini terakhir diperbarui 10/17/2026 10:12 PM

Apakah halaman ini bermanfaat?

Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?