No.28/238/DKom
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2026 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK pada Oktober 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,22% (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 3,23% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,28% (yoy). Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.
Inflasi kelompok inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,12% (mtm), relatif stabil dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,10% (mtm). Perkembangan inflasi inti tersebut dipengaruhi oleh tekanan eksternal yang berlanjut, di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Secara tahunan, inflasi inti pada Oktober 2026 tercatat sebesar 2,56% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,84% (yoy).
Inflasi kelompok volatile food tetap terkendali. Kelompok volatile food pada Oktober 2026 mengalami inflasi sebesar 0,77% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 1,46% (mtm). Inflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas cabai merah dan cabai rawit didorong oleh penurunan produksi di sejumlah daerah sentra. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 5,81% (yoy), lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 5,03% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah melalui TPIP dan TPID dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), guna mengendalikan inflasi pangan termasuk antisipasi dampak gangguan cuaca ekstrim (El Nino) terhadap pasokan dan harga bahan pangan.
Kelompok administered prices mencatat inflasi. Kelompok administered prices pada Oktober 2026 mengalami inflasi sebesar 0,09% (mtm), lebih tinggi dibandingkan realisasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,00% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi bulanan kelompok administered prices adalah tarif angkutan udara, sejalan dengan penerapan tarif fuel surcharge sebesar 40% untuk penerbangan domestik kelas ekonomi. Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 3,24% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,25% (yoy).
Jakarta, 2 November 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif