Berita Terkini (Siaran Pers)

BI Icon

​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Departemen Komunikasi​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

9/26/2026 10:00 PM
Hits: 711

FEKDI x IFSE 2026: Konektivitas Digital Antarnegara Dorong Integrasi dan Kolaborasi Internasional

Siaran Pers
Press Releases

​No. 28/204/Dkom 

Penguatan konektivitas ekonomi dan keuangan digital (EKD) antarnegara memudahkan transaksi lintas batas, meningkatkan belanja wisatawan dan penerimaan devisa. Perluasan konektivitas juga akan, memperluas pasar bagi pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM. Untuk mendukung hal tersebut, Bank Indonesia bersama para mitra menginisiasi Indonesia Travel Pack. Prosesi inisiasi dilakukan bersama oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem, serta Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Masruroh. Momen ini berlangsung pada hari ketiga Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) (26/9) dengan tema “Memperkuat Konektivitas Ekonomi Keuangan Digital Antarnegara untuk Mendukung Ekosistem dan Produktivitas Ekonomi".

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, berharap inisiatif Indonesia Travel Pack dapat mendorong peningkatan belanja wisatawan mancanegara di Indonesia. Indonesia Travel Pack 2026 tersedia dalam format e-book panduan digital yang menyatukan informasi destinasi, konektivitas telekomunikasi, dan pilihan layanan pembayaran yang dapat diakses oleh wisatawan mancanegara dengan memindai kode QR di berbagai visitor touchpoint atau melalui tautan berikut. “Indonesia Travel Pack membantu wisatawan dari negara yang belum tercakup dalam layanan QRIS Antarnegara dalam memilih layanan pembayaran yang akan digunakan untuk bertransaksi selama berada di Indonesia," ujar Aida. Upaya ini penting dilakukan di tengah tingginya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 15,39 juta kunjungan pada 2025, yang 60,23% diantaranya merupakan wisatawan dari negara di luar cakupan QRIS Antarnegara.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya kemudahan pembayaran agar kunjungan wisatawan mancanegara semakin memberikan manfaat ekonomi yang optimal, terutama bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM Indonesia. “Sinergi Bank Indonesia dalam penguatan sistem pembayaran, Kemkomdigi dalam penyediaan infrastruktur, serta Kemenekraf dalam promosi perdangangan dan pariwisata diperlukan untuk membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM Indonesia," ujar Irene.

Buah Manis Kolaborasi Memperluas Konektivitas EKD

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa perluasan QRIS Antarnegara merupakan langkah penting untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran yang menghubungkan perekonomian Indonesia dengan dunia. Menurut Filianingsih, manfaat konektivitas pembayaran antarnegara telah mendukung pariwisata, perdagangan, membuka akses pasar bagi UMKM, dan memperkuat inklusi keuangan. Dan pada saat yang sama, mendukung peningkatan penerimaan devisa wisatawan asing. Sejak 2022 hingga Agustus 2026, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara dan mencatatkan 17,8 juta transaksi wisatawan mancanegara di Indonesia (inbound) senilai Rp6,20 triliun dan 5 juta transaksi wisatawan Indonesia di luar negeri (outbound) senilai Rp1,85 triliun. Dengan demikian, transaksi QRIS Antarnegara mencatatkan net inbound senilai Rp4,60 triliun. Atas capaian ini, QRIS Antarnegara meraih penghargaan 50-in-5 Awards 2026 kategori Kolaborasi dari Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop.

Di tengah semakin luasnya konektivitas global, Indonesia perlu mengambil peran lebih besar dengan tidak sekadar menjadi follower, tetapi menjadi trailblazer yang turut membuka jalan bagi konektivitas ekonomi global. Perjalanan menuju konektivitas antarnegara membutuhkan kolaborasi antara regulator, industri, dunia usaha, asosiasi, dan masyarakat untuk bergerak dalam arah yang sama. “Technology sets the pace. Collaboration sets the direction," tegas Filianingsih.

Peluang dan tantangan dalam perluasan konektivitas antaranegara dibedah lebih lanjut pada Casual Talk 1 bertema “Strategi dan Inisiatif Perluasan Konektivitas Ekonomi Keuangan Digital Antarnegara". Momen ini menghadirkan Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia Yoga Affandi, Kepala Departemen Internasional dan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme OJK Boyke Wibowo, Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Reza Pahlevi Chairul, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam, serta Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri Royhan Nevy Wahab sebagai narasumber. Diskusi menegaskan bahwa perluasan konektivitas ekonomi dan keuangan digital antarnegara merupakan langkah strategis untuk membuka akses pasar, memperkuat perdagangan dan investasi, serta meningkatkan daya saing ekonomi.  Upaya tersebut akan ditopang kolaborasi lintas sektor, keamanan, dan tata kelola yang kuat guna menjaga stabilitas dan kepentingan nasional.

Tata Kelola Baik sebagai Fondasi Perluasan Konektivitas EKD

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, menyatakan bahwa perluasan konektivitas tidak cukup dilakukan dengan menghubungkan teknologi antarnegara. Perbedaan regulasi, model bisnis, proses operasional, dan karakteristik pasar menuntut penyelarasan praktik terbaik antara negara-negara mitra. “Karena itu, tiga fondasi perlu diperkuat, yakni tata kelola yang jelas, termasuk pelindungan konsumen dan pengawasan; proses bisnis yang efisien; serta teknologi yang interoperabel dan berdaya tahan terhadap risiko operasional maupun siber," ujar Thomas saat membuka sesi Casual Talk 2. Ketiga fondasi tersebut merupakan prasyarat agar konektivitas pembayaran memberikan manfaat ekonomi yang nyata sekaligus menjaga keandalan ekosistem ekonomi dan keuangan digital antarnegara.

Sesi Casual Talk 2 mengusung tema “Penerapan Praktik Terbaik Teknologi dan Proses Bisnis pada Ekosistem Ekonomi Keuangan Digital Antarnegara", dengan narasumber Plt. Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Dwi Suslamanto, Ketua Komite 1 ASPI Cosmas Setiawan Suwono, Kepala Badan Ekosistem Digital KADIN Firlie H. Ganinduto, Wakil Ketua Umum II AFTECH Junedy Liu, dan Direktur APUVINDO Syafitri Murni. Para narasumber turut menyoroti pentingnya penerapan praktik terbaik dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital antarnegara melalui pengembangan infrastruktur yang resilien, penerapan standar dan interoperabilitas, serta penguatan tata kelola dan pelindungan konsumen. Pengalaman QRIS Antarnegara menunjukkan bahwa sistem domestik yang kuat dapat dihubungkan dengan sistem negara mitra tanpa menyeragamkan ketentuan masing-masing negara.


Jakarta, 26 September 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif

Narasi-sp_2820426-1.jpegNarasi-sp_2820426-2.jpegNarasi-sp_2820426-3.jpeg

Lampiran
Kontak

​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Halaman ini terakhir diperbarui 9/26/2026 11:36 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga