No.28/235/DKom
Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2026 tumbuh lebih tinggi. Pada September 2026, M2 tumbuh sebesar 8,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 8,2% (yoy) sehingga mencapai Rp10.587,9 triliun. Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 7,3% (yoy).
Perkembangan M2 pada September dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus), aktiva luar negeri bersih, dan penyaluran kredit. Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 24,4% (yoy), setelah mengalami kontraksi sebesar 7,0% (yoy) pada Agustus 2026. Aktiva luar negeri bersih pada September 2026 tumbuh sebesar 1,0% (yoy), setelah mengalami kontraksi pada Agustus 2026 sebesar 6,6% (yoy). Demikian pula, penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,7% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,3% (yoy).[1]
Hasil lengkap statistik uang beredar dan analisis terkait dapat dibaca pada link​ berikut.
Jakarta, 22 Oktober 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif
[1] Kredit yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker's Acceptances), dan Tagihan Repo. Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.​​