No.28/227/DKom
Penggiat syariah muda memiliki peluang besar untuk berkarya dan mengembangkan usaha di ekosistem ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) Indonesia. Potensi kewirausahaan generasi muda dalam menciptakan usaha produktif, lapangan kerja, dan nilai tambah bagi perekonomian selaras dengan tingginya pertumbuhan eksyar nasional. Pada 2025, sektor rantai nilai halal Indonesia tumbuh sebesar 6,21%, melampaui pertumbuhan PDB nasional. State of the Global Islamic Economy Report 2025/2026 menempatkan eksyar Indonesia pada peringkat keempat dunia, di posisi pertama pada Modest Fashion, ketiga pada makanan halal serta media dan rekreasi, dan keempat pada Farmasi dan Kosmetik Halal. Berbagai kinerja positif ini terbuka luasnya ruang bagi generasi muda untuk berinovasi dan mengambil bagian dalam pengembangan eksyar Indonesia.
Hal tersebut mengemuka pada Forum Kewirausahaan Syariah Muda yang dibuka oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman bersama Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi RI Destri Anna Sari, di JICC Jakarta (17/10). Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Digital melalui Kewirausahaan Generasi Muda", forum ini mendorong generasi muda memanfaatkan peluang ekonomi syariah melalui inovasi dan transformasi digital serta pengembangan usaha yang berkelanjutan. Forum ini merupakan rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026
"Anak muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah generasi yang mampu berkarya, membawa kemajuan, dan membanggakan bangsa", tutur Aida. Potensi anak muda yang tanggap dengan digitalisasi semakin nyata dukungan ekosistem digital Indonesia, yang merupakan terbesar di Asia Tenggara. Jumlah pengguna internet mencapai 235,3 juta orang, dengan 8 dari 10 penduduk Indonesia (81,7%) sudah terhubung internet. Nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMV) ekonomi digital mencapai sekitar USD100 miliar, dengan e-commerce sebagai kontributor terbesar senilai USD71 miliar. Digitalisasi pembayaran turut memperluas akses transaksi usaha melalui pemanfaatan QRIS, yang hingga Agustus 2026 telah menjangkau 47,11 juta merchant dan 69,32 juta pengguna.
Untuk membantu generasi muda menangkap peluang tersebut, Bank Indonesia mendorong kewirausahaan dengan menyasar pengembangan model bisnis, pelatihan kewirausahaan dan inovasi digital, serta penguatan kepemimpinan. Pertama, Pengembangan Model Bisnis dilakukan dengan penguatan kelembagaan, kapasitas, dan pembiayaan usaha. Contoh implementasinya antara lain melalui Eptilu di Garut yang mengembangkan Fresh From Farm, agrowisata, dan pembinaan petani. Kedua, Pelatihan Kewirausahaan dan Inovasi Digital dikembangkan melalui program Cangkir Barista yang merupakan program peningkatan keterampilan dan kemampuan wirausaha kopi dari hulu ke hilir, serta Citra Nusa yang merupakan program pembinaan dan pengembangan inovasi produk dan proses bisnis wastra Indonesia. Selain itu, BI juga mendorong inovasi digital melalui program PIDI–DIGDAYA x Hackathon yang merupakan rangkaian lomba, pengembangan, sertifikasi, hingga business matching inovasi digital yang berdampak pada penguatan kapasitas ekonomi. Ketiga, Penguatan Kepemimpinan dilakukan melalui program Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang merupakan penyediaan dukungan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi telah menjangkau 175 perguruan tinggi untuk membentuk agen perubahan dan pemimpin masa depan.
Menteri Koperasi Fery Juliantono, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destri Anna Sari, menyampaikan bahwa generasi muda hendaknya mengambil peran strategis. Anak muda tidak hanya sebagai konsumen produk halal, namun juga sebagai produsen yang mampu menghasilkan produk halal bernilai tambah ekonomi, sebagai pelaku usaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan, serta sebagai penggerak koperasi yang berdampak bagi masyarakat. "Forum ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi nyata antara generasi muda, koperasi, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, masjid dan pemerintah. Ekosistem yang kuat diyakini dapat mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah", ujar Sari.
Sobat muda dapat mengunjungi rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Mari bersama memperkuat ekosistem kewirausahaan muda agar generasi muda Indonesia mampu mengembangkan inovasi, menciptakan nilai tambah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian.
Jakarta, 17 Oktober 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif