No.28/220/DKom
Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen produk halal terkemuka sekaligus pusat industri halal dunia. Didukung kekayaan kuliner Nusantara, penguatan kualitas produk dan pemenuhan standar halal dapat membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Potensi pengembangan industri kuliner halal Indonesia juga tercermin dari capaian di tingkat global. Dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia pada sektor makanan halal, naik satu peringkat dari periode sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, posisi ini didukung oleh besarnya pasar domestik serta 123 perjanjian pengakuan halal (Mutual Recognition Arrangement/MRA) dengan Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) yang mencakup 43 negara hingga 14 Oktober 2026. Capaian ini menjadi pengakuan atas tingginya daya saing dan potensi perluasan pasar produk kuliner halal Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, saat membuka International Halal Chef Competition (IN2HCC), dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di JICC Jakarta (14/10). Turut hadir Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dan Presiden Islamic Chef and Culinary of Indonesia (ICCI) Adie Miartadi, serta beberapa duta besar negara sahabat. IN2HCC mempertemukan pelaku UMKM dengan juru masak halal profesional dan pelaku industri kuliner dari berbagai negara. Ajang ini juga mengangkat kekayaan cita rasa Nusantara dan mendorong inovasi kuliner halal, termasuk melalui pemanfaatan bahan baku lokal.
Untuk menangkap peluang tersebut, penguatan produktivitas UMKM, konsistensi mutu, serta akses pasar internasional menjadi kunci agar produk kuliner halal Indonesia semakin berdaya saing. Pemenuhan standar dan sertifikasi halal adalah fondasi kepercayaan konsumen dan kunci daya saing di pasar global.
Kompetensi sumber daya manusia berperan penting dalam pengembangan industri kuliner halal. Presiden ICCI Adie Miartadi, menyampaikan bahwa juru masak yang memahami standar halal berperan strategis dalam menjaga kualitas, mendorong inovasi kuliner halal, dan meningkatkan daya saing. Penguatan kompetensi juru masak halal, didukung kolaborasi lintas sektor dan pengembangan menu berbasis bahan baku halal dapat memperluas membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta peluang pasar produk kuliner Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, pengembangan industri kuliner halal perlu didukung ekosistem yang terintegrasi. Di samping kompetensi sumber daya manusia, aspek ketersediaan bahan baku halal berkualitas, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan identitas produk perlu menjadi perhatian. Keterpaduan aspek tersebut dapat membantu pelaku usaha menjaga konsistensi mutu, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Ahmad Haikal Hasan mengutip ayat suci Alquran, bahwa kehalalan tidak hanya terbatas pada umat muslim semata, namun halal berlaku bagi setiap orang. Halal merupakan kesadaran, bukan sebuah pembatasan. "Masyarakat agar menyambut dan mendukung kehalalan produk kuliner secara positif dan damai, karena sejatinya kehalalan dapat memperkuat kepercayaan dan loyalitas bagi masyarakat, sehingga berdampak terhadap ekosistem pengembangan produk halal", ajaknya.
Bank Indonesia mendukung penguatan UMKM makanan dan minuman halal melalui program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia, antara lain melalui pendampingan untuk meningkatkan produktivitas serta perluasan akses pasar dan jejaring bisnis. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, pelaku usaha, komunitas kuliner, dan mitra strategis lainnya untuk mengembangkan ekosistem kuliner halal yang berdaya saing. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kehadiran produk kuliner halal Indonesia di pasar global.
Rangkaian ISEF 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati publik pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Pada gelaran ini, masyarakat juga dapat menikmati area Halalicious yang menyajikan ratusan menu makanan dan minuman halal dari berbagai daerah di Indonesia.
Mari bersama mengembangkan ekosistem kuliner halal Indonesia, mengangkat kekayaan cita rasa Nusantara, serta membawa produk kuliner lokal semakin berdaya saing di pasar global.
Jakarta, 14 Oktober 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif
