BI Icon

​​Grup Perumusan KEKDA DR

10/20/2026 10:00 PM

Laporan Nusantara Oktober 2026

LapNus-Oktober-2026.pngPertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan III 2026 diprakirakan tetap terjaga, ditopang permintaan domestik. Kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi di berbagai wilayah tetap terjaga. Kinerja ekspor komoditas utama di beberapa wilayah diprakirakan membaik sejalan peningkatan ekspor olahan tembaga di Jawa dan Balinusra, ekspor olahan nikel di Sulampua, serta aktivitas pariwisata di Balinusra, sedangkan di Sumatera dan Kalimantan tertahan kendala produksi dan distribusi akibat cuaca ekstrem. Dari sisi lapangan usaha (LU), penguatan kinerja LU Industri Pengolahan, Pertambangan, dan Konstruksi diprakirakan turut menjaga momentum pertumbuhan ekonomi wilayah. Sementara itu, kinerja LU pertanian masih terbatas, terutama di Balinusra dan Kalimantan sebagai dampak El Nino dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perekonomian wilayah untuk 2026 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Prospek tersebut didukung permintaan domestik yang tetap kuat di mayoritas wilayah. Konsumsi rumah tangga diprakirakan meningkat sejalan dukungan stimulus dan pelaksanaan program prioritas Pemerintah, disertai perbaikan investasi yang ditopang realisasi berbagai proyek strategis, termasuk Danantara. Sementara itu, peningkatan kinerja ekspor diprakirakan masih terbatas akibat kendala produksi. Secara LU, pertumbuhan ekonomi wilayah terutama ditopang oleh penguatan kinerja LU Konstruksi dan Akomodasi Makan Minum di hampir seluruh wilayah, serta LU Perdagangan di Sumatera, Jawa, dan Sulampua.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan kota pada triwulan III 2026 melandai dan tetap berada dalam kisaran sasaran. Secara nasional, inflasi IHK pada triwulan III 2026 tercatat sebesar 3,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,35% (yoy). Inflasi inti meningkat terbatas, terutama disumbang oleh peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan kenaikan harga komoditas global. Sementara itu, inflasi Volatile Food (VF) melandai dari 5,58% (yoy) pada triwulan II 2026 menjadi 5,03% (yoy) pada triwulan III 2026. Hal tersebut didukung pasokan pangan yang masih terjaga, meskipun terdapat tekanan akibat cuaca ekstrem (El Nino) yang mengganggu produksi di sejumlah wilayah sentra. Tekanan inflasi VF perlu diwaspadai, terutama di Kalimantan dan Sulampua yang masih tinggi. Inflasi AP juga melambat di berbagai wilayah, dipengaruhi perkembangan tarif angkutan udara, di tengah kenaikan harga bensin nonsubsidi.
Inflasi IHK tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Prospek tersebut didukung oleh prakiraan inflasi inti yang terkendali seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar, kapasitas ekonomi yang memadai, imported inflation yang terjaga, serta dampak positif digitalisasi. Sementara itu, prospek inflasi VF diprakirakan tetap baik didukung penguatan sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), guna mengendalikan inflasi pangan termasuk antisipasi dampak gangguan cuaca terhadap harga pangan.
Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap terjaga baik dan perlu terus diperkuat melalui optimalisasi berbagai sumber pertumbuhan ekonomi, dengan tetap mewaspadai risiko global. Dari sisi eksternal, dampak konflik geopolitik dan ketidakpastian global perlu terus dicermati dan dimitigasi guna menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi domestik. Dari sisi domestik, prospek pertumbuhan ekonomi tetap baik, didukung oleh implementasi berbagai program stimulus Pemerintah, perbaikan keyakinan pelaku ekonomi, serta optimalisasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya tahan

Lampiran
​​​Laporan Nusantara Oktober 2026.pdf
Kontak

​​​​​​​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB​
Halaman ini terakhir diperbarui 10/21/2026 9:02 AM

Apakah halaman ini bermanfaat?

Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?