Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2026 meningkat dan tetap dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik, IHK September 2026 mencatatkan inflasi sebesar 0,30% (mtm),
sehingga secara tahunan, IHK mengalami inflasi sebesar 3,28% (yoy), lebih
tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 3,19% (yoy). Perkembangan inflasi IHK September 2026
tersebut dipengaruhi terutama oleh kelompok volatile
food (VF). Kelompok VF mengalami inflasi sebesar 5,03% (yoy), lebih tinggi
dari Agustus 2026 sebesar 4,06% (yoy). Inflasi kelompok inti tercatat sebesar
2,84% (yoy), turun dari bulan sebelumnya sebesar 2,92% (yoy). Sementara itu,
kelompok administered price (AP) mengalami inflasi sebesar 3,25% (yoy),
lebih rendah dari Agustus 2026 sebesar 3,32% (yoy). Secara bulanan, kelompok VF
dan inti mengalami inflasi masing-masing sebesar 1,46% (mtm) dan 0,10% (mtm),
sementara kelompok AP mengalami inflasi sebesar 0,00% (mtm). Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi
2026 secara tahunan tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Prakiraan ini
didukung oleh konsistensi kebijakan moneter dan eratnya sinergi pengendalian
inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim
Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), serta penguatan
implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional yang didukung oleh Gerakan
Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).