Cerita BI

BI Icon

Departemen Komunikasi​​

3/3/2021 5:00 PM
Hits: 4947

Gedung DJB Batavia Dibangun dari Bahan Langka

Berdiri di samping tembok kota bagian dalam, Binnenhospital, sebuah rumah sakit pertama di Batavia dibangun tahun 1643. Rumah sakit ini bertahan lebih dari 160 tahun kemudian, ketika akhirnya ditutup pada 1808. Setelah berkali-kali berpindah tangan, bekas bangunan Binnenhospital itu akhirnya disewa oleh De Javasche Bank (DJB) sejak 1828. Dua tahun berselang (5 Mei 1930), gedung tersebut dibeli DJB seharga f45.000.

Sebagai bank swasta pertama di Hindia Belanda, kegiatan DJB kala itu memang belum sepenuhnya berjalan karena personalia dan kantor kerja belum disiapkan. Sebelum berkantor di gedung bekas Binnenhospital, pemerintah Hindia Belanda sempat menawarkan sebuah rumah peristirahatan di Molenvliet (sekarang Jalan Gajah Mada) milik Reinier de Klerk, namun pihak DJB menolak. Alasannya, lokasinya terlalu jauh dari hiruk pikuk kota dagang Batavia.

Setelah 80 tahun menempati gedung kuno bekas Binnenhospital, DJB merasa perlu memiliki gedung baru untuk mengantisipasi perkembangan usaha yang kian pesat. Gedung lama yang ditempati sejak 1828 dan berbentuk dasar “U" tersebut kemudian diganti dengan gedung baru yang pembangunannya dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama (1910), pembagunan mencakup gedung di samping yang lama dan menghadap di sepanjang “Binnen Nieuwpoortstraat" (Jalan Pintu Besar Utara). Tahap berikutnya (1922), keseluruhan bangunan lama yang ada di sisi utara, barat, dan selatan diganti dengan bentuk menyesuaikan bangunan yang dibuat tahun 1910. Pada tahap terakhir (1933), terdapat beberapa tambahan baru seperti kluis (ruang khazanah), ruang effecten baru, tampilan depan yang lebih sederhana, dan unit baru yang megah ditempatkan di tengah-tengah. Perombakan ini melibatkan pemborong dari Hollandsch Beton Maatschappij.

Dalam proses pembangunannya, saat itu telah digunakan teknologi modern yang masih langka di Hindia Belanda. Teknologi tersebut antara lain penggunaan mesin pancang untuk memasang sekitar 300 tiang pancang beton sebagai pondasi. Bangunan juga memakai bahan-bahan berkualitas tinggi yang pada masa itu belum pernah digunakan di Hindia Belanda. Beberapa bahan bangunan bahkan didatangkan dari Belanda, seperti batu granit, keramik lantai dan dinding, kaca patri, Delft, serta penutup atap.

Hulswit dan Cuypers sebagai arsitek kepercayaan DJB bahkan menghadirkan 314 kaca patri yang semuanya digarap oleh seniman kaca patri tersohor, Jan Schoten di studio Prinsenhof. Kaca patri ini dibuat dengan cara dilukis dan diberi warna lalu dibakar dalam temperatur 1,100 derajat celcius sehingga menghasilkan warna yang sangat baik kualitasnya.***

Lampiran
Kontak

​Contact Center BICARA : (62 21) 131 e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 3/5/2021 7:44 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?
Tag :

Baca Juga