BI Icon
​​​Departemen Pengembangan UMKM (DPUM)
5/25/2016 2:00 AM

Proceeding Seminar Peningkatan Daya Saing dan Nilai Tambah Kakao Indonesia

Ringkasan Eksekutif
Proceeding Seminar
"Peningkatan Daya Saing dan Nilai Tambah Kakao Indonesia"

Kakao merupakan salah satu komoditas pertanian yang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian daerah serta mampu berkontribusi terhadap PDB Nasional melalui nilai ekspor kakao. Selain itu, kakao juga merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang sebagian besar dibudidayakan dalam bentuk perkebunan rakyat (95% dari total luas areal perkebunan kakao). Dalam rangka mendukung pengembangan potensi komoditas kakao di Sulawesi yang merupakan wilayah penghasil kakao terbesar di Indonesia, Bank Indonesia melaksanakan Seminar “Peningkatan Daya Saing dan Nilai Tambah Kakao Indonesia” pada tanggal 2 Desember 2015, bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan. Seminar dihadiri oleh sekitar 200 orang yang berasal dari berbagai kalangan, antara lain Pemerintah Daerah Kabupaten/Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat; perbankan; pelaku usaha kakao (petani/kelompok tani/gapoktan, perusahaan pengolah kakao); asosiasi pengusaha coklat; lembaga internasional; akademisi; dan Bank Indonesia baik dari Kantor Pusat maupun KPwBI wilayah Sulawesi.

Berdasarkan hasil seminar, dapat dipetakan beberapa kendala dalam meningkatkan produktivitas, daya saing dan nilai tambah komoditas kakao Indonesia yaitu mayoritas usia tanaman yang sudah tua dan rendahnya pemanfaatan teknologi berbasis Good Agricultural Practices (GAP) sehingga menyebabkan penurunan produktivitas, serta lemahnya kelembagaan petani dan sinergi antar stakeholder. Oleh sebab itu, usulan rekomendasi yang dapat dilakukan kedepannya yaitu: 1) pengembangan perkebunan kakao melalui pendekatan kawasan agribisnis yang memenuhi skala ekonomi, 2) penguatan kelembagaan dan kapasitas petani kakao untuk meningkatkan daya tawar petani, 3) upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas kakao antara lain melalui paket teknologi (budidaya, bibit, dan pupuk yang sesuai dengan GAP) yang tepat dan lengkap, 4) koordinasi dan sinergi program/kegiatan dari berbagai stakeholders dari hulu ke hilir, termasuk melakukan pendampingan baik dari aspek budidaya, pengolahan pascapanen, pemasaran, maupun pembiayaan, 5) komitmen bersama dari berbagai stakeholders antara lain kementerian teknis/pemda, perbankan, swasta, NGO, dan institusi lainnya untuk melaksanakan berbagai upaya peningkatan produktivitas kakao Indonesia sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya.

Seminar ini dapat menjadi masukan bagi Kementerian/Lembaga di tingkat pusat dan Pemda wilayah Sulawesi, dalam menyusun atau menyempurnakan kebijakan dan program pengembangan kakao di masing-masing wilayah. Sedangkan bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia, seminar ini sebagai langkah awal untuk membangun klaster kakao maupun pengembangan dari klaster kakao yang telah ada sebelumnya.

Lampiran
Kontak
​DPUM : Telp.021-29818839/ 8857/5458/4770; Fax.021-2311561
Halaman ini terakhir diperbarui 11/23/2020 1:52 PM

Apakah halaman ini bermanfaat?

Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?