
Bali – Bank Indonesia Institute, The SEACEN Centre, Bank of Japan (BOJ) sukses menyelenggarakan program Emerging Technologies in Regulation and Supervision: AI, SupTech, and RegTech. Acara ini berlangsung pada 6–9 April 2026 di Hotel The Anvaya, Bali. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Deputi Direktur Bank Indonesia Institute, Siti Senorita Printaningrum dan Senior Financial Sector Specialist The SEACEN Centre, Mark McKenzie. Tujuan utama acara ini adalah merumuskan solusi inovatif guna menjawab berbagai tantangan kompleks dalam pengawasan sektor keuangan, baik untuk saat ini maupun di masa depan.
Sejumlah bank sentral dan otoritas keuangan dari berbagai belahan dunia ikut berpartisipasi, diantaranya Reserve Bank of India (RBI), Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Central Bank of the Republic of China (Taiwan), Bank of Thailand (BOT), Bank of Korea (BOK) dan anggota SEACEN lainnya. Perwakilan peserta dari berbagai negara ada sebanyak 60 orang, dimana 36 peserta hadir secara luring dan 24 peserta secara daring.
Program kolaborasi ini dirancang khusus untuk menjembatani antara inovasi teknologi dengan penerapannya secara praktis dalam ekosistem regulasi dan pengawasan keuangan global. Acara kali ini menjadi tempat untuk berdiskusi pada penerapan nyata dan implementasi praktis Artificial Intelligence (AI), SupTech, serta RegTech dalam industri keuangan.
Acara dihadiri pula oleh para ahli di bidang industri keuangan kelas dunia, diantaranya perwakilan dari FNA (Financial Network Analytics), sebuah perusahaan deep tech yang berfokus pada analisis jaringan tingkat lanjut dan simulasi sistem keuangan, serta EUI (European University Institute), sebuah lembaga pendidikan dan penelitian pascasarjana dan pascadoktoral bertaraf internasional yang berlokasi di Florence, Italia.