BI Icon

​​​BI Institute

5/20/2026 2:00 PM
Hits: 9

Talkshow: Green Voices Kalau Bukan Kita, Siapa?

Kegiatan Lainnya

Talkshow-Green-Voices-Kalau-Bukan-Kita-Siapa.png

Jakarta – Perpustakaan Kantor Pusat Bank Indonesia menyelenggarakan acara World Book Day 2026 dengan tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities". World Book Day 2026 hari pertama diisi dengan talk show bertemakan “Green Voices Kalau Bukan Kita, Siapa?" bersama dua anggota dari Pandawara Group, M. Rifqi Sa'dulloh dan M. Rafly Pasha sebagai narasumber serta didampingi oleh Anindita Sita Dewi, Manajer – BINS, sebagai moderator. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (4/5/2026), pukul 15:30–17:00 WIB di area Lounge Perpustakaan Umum Bank Indonesia.

Rifqi Sa'dulloh dan Rafly Pasha memulai talkshow dengan menceritakan pengalaman dan kisah inspiratif mereka yang berawal dari keresahan lima anak SMA. Kepedulian akan pelestarian lingkungan, serta kekuatan media sosial, mereka kini mampu menggerakkan ribuan orang untuk turun langsung membersihkan sampah di sungai yang tercemar.

 Awalnya, fokus mereka sekadar memindahkan sampah dari sungai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kini, mereka tidak hanya memindahkan, tetapi juga mengelola sampah secara mandiri—mengubah limbah yang menyumbat sungai menjadi barang-barang yang kembali berguna dan membangun museum sampah di kantor Pandawara.

Perjalanan mereka tentu tidak mulus, di awal perjalanan mereka terdapat penolakan. Cibiran sering mereka terima. "Ngapain sekolah tinggi-tinggi tapi ujung-ujungnya bersihin sampah?" adalah kalimat yang kerap mampir di telinga mereka. Mereka menyadari bahwa masyarakat akan percaya pada apa yang mereka lihat yaitu dengan konsistensi.

Dedikasi itu membuahkan hasil manis. Pandawara Group telah mendirikan museum sampah yang terbuka untuk umum. Di dalamnya, terdapat fasilitas edukasi dan ruang workshop yang kerap digunakan dalam mengedukasi siswa SD dan SMP yang menjadi sasaran utama sosialisasi.

Tidak hanya tenaga manusia, inovasi teknologi sederhana pun diterapkan melalui Trash Barrier. Alat penyaring sampah di sungai dibuat menggunakan material besi hollow, pelampung dari pipa paralon (agar bisa mengikuti volume air), dan tali sling baja ringan. Alat ini didesain fleksibel dan bisa disesuaikan dengan lebar sungai. Keberhasilan alat ini diukur dari volume sampah yang tertahan dan semakin berkurang; dari yang awalnya mencapai 1 ton, perlahan lalu berkurang seiring berkurangnya volume sampah yang terkumpul.

Mereka sukses mengubah pola pikir para relawan yang terjun langsung untuk menyadari betapa pentingnya untuk bijak memilah sampah dan mengurangi konsumsi barang-barang sekali pakai yang dapat mencemarkan sungai.

Rekaman lengkap kegiatan tersedia di kanal YouTube Perpustakaan Bank Indonesia dengan klik link berikut. Adapun informasi mengenai berbagai kegiatan Perpustakaan Bank Indonesia selanjutnya yang tak kalah menarik dan penuh insight dapat diikuti melalui akun Instagram @perpusbi.

Lampiran
Kontak

​​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131

e-mail : bicara@bi.go.id

​​Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Halaman ini terakhir diperbarui 5/26/2026 3:35 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga