BI Icon

BI Institute​

9/9/2021 12:00 AM
Hits: 1629

The 15th Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) International Call for Papers & Webinar Sessions 2 – 3 September 2021

Kegiatan Lainnya

BMEB_15_1.jpg

Kamis, 2 September 2021

 

Opening Ceremony

Bank Indonesia Institute kembali menyelenggarakan Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-15 dan Call for Papers pada tanggal 2 – 3 September 2021. Tahun ini kegiatan kembali diselenggarakan secara virtual, mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19. Tema konferensi dan call for papers kali ini adalah “Stimulating Economic Recovery, Promoting Sustainable-Inclusive Growth in the Digital Era: Challengers and Opportunities". Konferensi dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia (GBI), Dr. Perry Warjiyo.

Gubernur Perry Warjiyo, menyampaikan 4 (empat) tantangan bank sentral dalam menghadapi peradaban baru akibat pandemi Covid-19. Pertama, resiliensi. Apa dan bagaimana upaya mempercepat pemulihan ekonomi dan mendorong perekonomian menjadi lebih kuat dan resilien. Kedua, digitalisasi. Akselerasi ekonomi dan keuangan digital nasional yang menjadi game-changer selama pandemi, serta digitalisasi di berbagai bidang lainnya. Ketiga, inklusi, yaitu perlunya akselerasi inklusi ekonomi dan keuangan, khususnya pada UMKM dan sektor pertanian melalui klasterisasi, kewirausahaan, akses pembiayaan, dan digitalisasi. Keempat, ekonomi hijau (green economy). Tekanan untuk ramah lingkungan yang semakin tinggi perlu direspon melalui kebijakan reformasi struktural maupun digitalisasi.

Lebih lanjut Gubernur Perry menyampaikan respons BI terhadap masing-masing tantangan tersebut. Pertama, implementasi bauran kebijakan bank sentral (Central Bank Policy Mix) akan terus berlanjut, tidak hanya terkait kebijakan suku bunga, tetapi juga untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Kedua, BI terus mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan dengan terus mendukung akselerasi digital banking, fintech, e-commerce, dan industri sistem pembayaran. Ketiga, berkoordinasi dengan Pemerintah dalam memperkuat pemulihan ekonomi, antara lain mendukung dan mempromosikan UMKM. Untuk mendukung hal tersebut, BI tidak hanya melakukan pengembangan UMKM tapi juga program onboarding untuk mendukung UMKM Go Digital. Keempat, green economy and finance, melalui dukungan kebijakan makroprudensial yang ramah terhadap lingkungan, antara lain kebijakan pembiayaan berwawasan lingkungan (green financing).

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Institute (BI Institute), Solikin M. Juhro, menyampaikan bahwa BI melalui BI Institute akan terus memperluas dan meningkatkan kerja sama strategis dengan mitra dalam dan luar negeri lainnya guna menciptakan ekosistem riset atau penelitian yang kuat di Indonesia. Perluasan dan peningkatan kemitraan strategis dilakukan dengan berbagai institusi antara lain Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), berbagai perguruan tinggi, akademisi, lembaga penelitian di Indonesia, dan mitra strategis lainnya. 

Konferensi internasional BMEB dan call for papers yang diselenggarakan pada tanggal 2-3 September 2021 menjadi ajang bertemunya para peneliti berbakat dari berbagai belahan dunia. Call for papers tahun ini mempresentasikan 53 dari 200 karya tulis ilmiah terbaik di bidang ekonomi, moneter dan keuangan baik dari dalam maupun luar negeri. Papers terbaik tersebut berasal dari 12 negara yaitu Indonesia, Malaysia, US, Qatar, Turkey, Singapura, Australia, Pakistan, China, USA, India dan Canada. Penyelenggaraan konferensi internasional BMEB dan call for papers tahun ini merupakan hasil kerjasama Bank Indonesia dengan berbagai pihak terkait, yaitu Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), The Asia-Pacific Applied Economics Association (APAEA), dan 6 (enam) Perguruan Tinggi di Indonesia (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran dan Sampoerna University). Penyelenggaraan konferensi internasional dan call for papers ini selain sebagai wadah refleksi, juga selaras dengan aspirasi BI untuk memberi sumbangsih yang nyata pada perekonomian, melalui peningkatan kualitas riset akademis dan kebijakan, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang riset ekonomi.

BMEB sebagai jurnal ilmiah merupakan katalis yang menghubungkan berbagai pemikiran untuk memajukan ilmu pengetahuan dan memberdayakan perumusan kebijakan di era global. Sejak Juli 2019, BMEB menjadi salah satu jurnal ekonomi Indonesia yang telah terindeks Scopus[1], dan pada tahun ini BMEB memperoleh ranking kualitas jurnal pada level Q2 (dari penilaian kualitas tertinggi hingga terendah Q1-Q4) berdasarkan Scimago Journal and Country Rank (SJR) sebagai lembaga riset yang melakukan pemeringkatan jurnal dunia.

BI terus mendorong BMEB agar semakin berkontribusi nyata pada pembangunan ekonomi nasional, dengan menjadikannya sebagai jurnal internasional dan referensi ilmiah terkemuka di bidang teori dan kebijakan ekonomi, moneter dan keuangan untuk negara berkembang.

 

Plenary Session

Setelah acara dibuka secara resmi oleh GBI Dr. Perry Warjiyo, dilanjutkan dengan kegiatan Plenary Session yang mengangkat tema “Sustainable Development Growth Amidst Pandemic Covid-19" yang dimoderatori oleh Prof. Paresh K. Narayan (Monash University, Australia; President of APAEA; Managing Editor – BMEB) serta menghadirkan beberapa pembicara yaitu:

  • Prof. Budy P. Resosudarmo (Australian National University, Australia)
  • Prof. Ahmet Faruk Aysan (Hamad Bin Khalifa University, Qatar)
  • Tetsushi Sonobe, Ph.D (Asian Development Bank Institute, Japan)

 

Selanjutnya berlangsung kegiatan Parallel Session dimana masing-masing penulis dari 53 paper yang telah diterima (accepted) diberi kesempatan untuk presentasi yang dibagi ke dalam 7 kelas parallel yang juga dilaksanakan secara virtual. Pada akhir sesi diumumkan pemenang Best Papers yang masing-masing berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 10.000.000,-.

 

Jumat, 3 September 2021

Masih dalam rangkaian The 15th Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) International Call for Papers & Webinar Sessions 2 – 3 September 2021, pada tanggal 3 September 2021, BI Institute menyelenggarakan kegiatan webinar session yang terdiri dari 2 (dua) sesi, yaitu BMEB Lecture dan BMEB Research Workshop. Kegiatan ini menghadirkan prominent speaker dalam bidang riset dan penulisan jurnal ilmiah. Dalam kesempatan ini, kegiatan dibuka oleh Bapak Iman Gunadi – Kepala Pusat Riset Bank Indonesia.

 

BMEB Lecture

Pada sesi BMEB Lecture, acara dimoderatori oleh MHA. Ridhwan (BI Institute) dengan narasumber Prof. Hermanto Siregar (Perbanas Institute) dan Dr. Arief Ramayandi (Asian Development Bank). Presentasi pertama dibawakan oleh Prof. Hermanto Siregar dengan tema “Digital Transformation and Economic Development". Dalam pemaparannya, Prof. Hermanto menjelaskan secara terperinci mengenai transformasi digital dalam mendukung inklusivitas dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Ditengah pandemi Covid-19, transformasi digital berperan penting dalam menggerakan roda perekonomian. Selain itu, transformasi digital juga harus diselaraskan dengan reformasi struktural sehingga dapat meningkatkan perekonomian secara lebih efektif.

Presentasi kedua dibawakan oleh Dr. Arief Ramayandi dengan tema “Economic Recovery and Digital Economy". Dalam penjelasannya, Dr. Arief Ramayandi menyebutkan bahwa pendemi Covid - 19 mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang mana dalam meningkatkan ekonomi digital perlu mempertimbangkan aspek inklusivitas. Pandemi Covid -19 belum berakhir, adanya vaksinasi dan kesediaan infrastruktur kesehatan yang memadai merupakan hal yang sangat penting disamping jaminan kesejahteraan sosial masyarakat yang tetap menjadi prioritas utama.

 

BMEB Workshop

Pada sesi BMEB Research Workshop dimoderatori oleh Arnita Rishanty (BI Institute) dengan narasumber Prof. Paresh Narayan (Monash University) dan Dr. Asep Suryahadi (The SMERU Research Institute). Research Workshop diawali presentasi oleh Prof. Paresh Narayan dengan tema “Challenges in Publishing in SCOPUS Journals". Prof. Paresh menjelaskan dan memberikan tips meningkatkan keterampilan menulis jurnal ilmiah agar dapat dipublikasikan dijurnal terakreditasi internasional. Prof Paresh juga menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dalam menulis jurnal ilimiah, antara lain: (i) selalu membaca apa yang ditulis; (ii) belajar dengan membaca dan mengamati lingkungan sekitar; (iii) writing improves with time, dengan semakin sering menulis akan semakin baik; dan (vi) writing improves with reading, dengan membaca berbagai literatur maka kualitas tulisan akan semakin meningkat, sebanyak 95% peneliti tidak membaca jurnal lainnya.

Sesi terakhir BMEB Research Workshop dibawakan oleh Dr. Asep Suryahadi dengan tema "Writing and Publishing a Manuscript in a Journal: A Practical Guide". Dr. Asep menyampaikan semakin tinggi rating suatu jurnal maka semakin tinggi pula credential penulisnya. Publikasi riset disuatu jurnal merupakan publikasi tertinggi di atas publikasi lainnya dan salah satu bentuk diseminasi yang sangat efektif bagi akademisi maupun pemangku kebijakan. Selain itu, hal tersebut dapat menjadi tolak ukur kualitas hasil riset dari seorang peneliti. 

BMEB_15_2.jpg

 

Lampiran
Kontak
​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131

e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 9/10/2021 1:38 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga