
Jakarta – Perpustakaan Kantor Pusat Bank Indonesia telah selesai menyelenggarakan Talkshow “Halal di Sekitar Kita: Titik Kritis Yang Jarang Disadari" bersama Prof. Dr. Helza Nova Lita, S.H., M.H. (Guru Besar Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran) dan Dr. Sandra Hermanto (Direktur Pusat Pengkajian dan Pengembangan Jaminan Produk Halal (P3JPH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) pada Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini berlangsung pukul 11.30-13.30 WIB di area
Lounge Perpustakaan Umum Bank Indonesia yang dihadiri 104 peserta dari berbagai satuan kerja Bank Indonesia dan masyarakat umum.
Diskusi di mulai dari pemaparan Dr. Sandra Hermanto yang menjelaskan bahwa produk halal tidak hanya dipahami sebagai penanda label, tetapi dinilai dari sistem yang terintegrasi dari bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi ke konsumen. Parameter produk tidak hanya halal, namun juga
thayyib (baik, layak, dan aman) untuk kebaikan umat manusia.
Sejalan dengan konsep tersebut, Dr. Sandra memaparkan terkait produk halal pangan dan non-pangan sama-sama memiliki titik kritis yang seringkali tersembunyi pada bahan penolog dan turunan hewani seperti gelatin, kolagen, enzim, maupun media yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan kecermatan terhadap kehalalan suatu produk.
Melengkapi perspektif tersebut, Prof. Dr. Helza Nova Lita menyoroti bahwa ekosistem halal merupakan rangkaian komprehensif dari hulu ke hilir yang tidak hanya mencakup produk, namun termasuk sistem transaksi, hingga instrumen pembiayaannya. Menurut beliau, kehalalan suatu produk tidak dapat dipisahkan dari sumber pembiayaan dan praktik ekonomi yang mendasarinya, sehingga harus terbebas dari riba dan kerja sama yang dilarang dalam transaksi ekonomi Islam. Dalam kerangka ini, keuangan sosial Islam hadir sebagai instrumen strategis untuk memastikan keberlanjutan ekosistem halal.
Secara lebih mendalam, Prof. Helza menekankan peran strategis keuangan sosial Islam, khususnya wakaf produktif. Dengan dikelola secara produktif dan tepat, aset wakaf dapat berupa tanah, bangunan, wakaf uang maupun saham, dapat menggerakan industri halal UMKM melalui dukungan pembiayaan.
Melalui acara ini, Perpustakaan Kantor Pusat Bank Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai ruang literasi dan dialog publik yang mendukung peningkatan pemahaman masyarakat terhadap isu-isu strategis, termasuk penguatan ekosistem halal nasional.
Rekaman lengkap kegiatan ini tersedia di kanal YouTube Perpustakaan Bank Indonesia dengan
klik link berikut ini. Adapun informasi mengenai berbagai kegiatan Perpustakaan Bank Indonesia selanjutnya yang tak kalah menarik dan penuh insight dapat diikuti melalui akun Instagram
@perpusbi.