BI Icon
​​​BI Institute​​​

4/29/2026 1:00 PM
Hits: 36

Bedah Buku “Ekonomi dan Keuangan Hijau: Konsep dan Implementasi di Indonesia”

Bedah Buku

Bedah-Buku-Ekonomi-dan-Keuangan-Hijau-Konsep-dan-Implementasi-di_Indonesia.jpg

Jakarta – Perpustakaan Kantor Pusat Bank Indonesia telah menyelenggarakan acara “Ekonomi dan Keuangan Hijau: Konsep dan Implementasi di Indonesia". Acara ini dibuka oleh Kepala Tim Perpustakaan, Uun Fukuludin, dan menghadirkan ESG Sustainable Financial Strategist, Rizkia Sari Yudawinata sebagai narasumber. Serta didampingi oleh Anisa Kurniarahman, Asisten Manajer – BINS, sebagai moderator. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (22/4/2026), pukul 11.30–13.30 WIB di area Lounge Perpustakaan Umum Bank Indonesia.

Acara bedah buku diawali dengan membahas perubahan iklim yang memicu kenaikan suhu global secara signifikan, serta melahirkan dua sumber utama risiko keuangan yaitu risiko fisik dan risiko transisi. Risiko fisik berkaitan dengan kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem yang merusak aset. Risiko transisi berkaitan dengan gangguan rantai pasok pada barang atau jasa.

Gangguan tersebut berdampak pada rantai ekonomi yang luas, mulai dari penurunan sisi permintaan akibat ketidakpastian investasi, hambatan rantai pasok di sisi penawaran, hingga memicu berbagai risiko perbankan spesifik seperti risiko kredit, risiko pasar, dan risiko likuiditas.

Merespon berbagai ancaman risiko tersebut, berbagai inisiatif telah dilakukan guna untuk mitigasi dan regulasi di tingkat nasional. Bank Indonesia telah merilis Kalkulator Hijau yang merupakan sebuah alat atau aplikasi untuk menghitung estimasi jejak karbon atau emisi gas rumah kaca dari suatu aktivitas, individu, atau organisasi. Selaras dengan hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong keberlanjutan melalui penerbitan Taksonomi Hijau Indonesia yang mendukung komitmen net zero emission (NZE). Kementerian Keuangan memberikan dukungan melalui penerapan Pajak Karbon dan penerbitan surat utang yang bisa diterbitkan oleh pemerintah, bank, atau korporasi untuk membiayai proyek-proyek ramah lingkungan atau berkelanjutan yang biasa disebut Green Bond.

Dalam menyukseskan inisiatif transisi hijau ini, transparansi melalui penyusunan laporan keberlanjutan menjadi instrumen yang penting untuk dilakukan. Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD), merumuskan pelaporan berdasarkan empat pilar utama: Governance, Strategy, Risk Management, and Metrics & Targets.

Menggunakan instrumen tersebut perusahaan dapat memitigasi risiko internal, sekaligus membangun akuntabilitas publik guna meraih kepercayaan pasar dan membuka akses pendanaan global yang lebih luas.

Perpustakaan Bank Indonesia berupaya memberikan wawasan yang luas serta peluang bagi peserta, peneliti, maupun akademisi untuk menggali lebih dalam mengenai ekonomi hijau. Rekaman lengkap kegiatan ini tersedia di kanal YouTube Perpustakaan Bank Indonesia dengan klik link berikut ini. Adapun informasi mengenai berbagai kegiatan Perpustakaan Bank Indonesia selanjutnya yang tak kalah menarik dan penuh insight dapat diikuti melalui akun Instagram @perpusbi.


Lampiran
Kontak

​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131

e-mail : bicara@bi.go.id

​​Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Halaman ini terakhir diperbarui 4/29/2026 9:47 AM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga