SEGERA TERBIT
Letak geografis kepulauan Nusa Tenggara dengan tantangan tanah yang kering, tersebar di pulau-pulau kecil, kerap kurang dipandang dalam narasi pembangunan nasional. Namun disanalah ada jejak panjang tentang bagaimana masyarakat bertahan, beradaptasi, dan membangun kehidupan ekonominya. Sejak masa perdagangan maritim hingga periode modern, wilayah ini memperlihatkan bahwa keterbatasan ekologis tidak selalu identik dengan stagnasi, melainkan melahirkan pola ekonomi yang khas dan lentur. Dalam dinamika tersebut, kehadiran institusi negara menjadi bagian penting dalam menjembatani realitas lokal dengan kerangka ekonomi nasional, termasuk melalui peran Bank Indonesia.
Buku berjudul “Menggerakkan Ekonomi Wilayah Nusa Tenggara: Sejarah Kantor Perwakilan BI Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur" dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai sejarah pendirian dan peran BI di wilayah Nusa Tenggara, yaitu di Ampenan (Mataram sekarang), Kupang dan Dili. Di tengah berbagai tantangan baik lingkungan, sosial maupun geografisnya, Bank Indonesia berperan menjaga distribusi uang layak edar dapat terjangkau ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil), serta memperkuat literasi ekonomi masyarakat, penguatan sistem pembayaran hingga mendorong inklusi keuangan berbasis komunitas lokal, Bank Indonesia hadir sebagai katalisator pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Nusa Tenggara. Kehadiran Kantor Cabang Bank Indonesia di wilayah ini menjadi simbol komitmen institusional yang konkret dan berkelanjutan. Buku ini menjadi bagian dari upaya merawat institutional memory sekaligus memberikan refleksi atas perjalanan pembangunan ekonomi di kawasan Nusa Tenggara dalam bingkai sejarah ekonomi Indonesia.
Penulis
| : Oktoviana Banda Saputri, Ayu Ambarwati, Dias Pradadimara, Mirza Ardi Wibawa, Julian Dwi Effendi |
| ISBN | : Dalam Proses Pengajuan |
| Halaman | : 385 |
| Ukuran | : Lebar 14,5 cm x Tinggi 20,5 cm |
| Penerbit | : BI Institute |
Buku dapat dibaca secara lengkap di Perpustakaan Kantor Pusat Bank Indonesia.