Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki visi menjadi bank sentral digital terdepan dengan tata kelola kuat yang berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional untuk Indonesia Maju. Salah satu bentuk kontribusi Bank Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah melalui perluasan literasi kebanksentralan.
Dalam hal ini, Bank Indonesia bekerja sama dengan perguruan tinggi dengan mengusung semangat Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu (1) pendidikan dan pengajaran, (2) penelitian dan pengembangan, serta (3) pengabdian kepada masyarakat.
Bank Indonesia mengimplementasikan langkah konkret untuk mendukung aksesibilitas pendidikan melalui Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK), yang terdiri atas Program Peningkatan Literasi Kebanksentralan, Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan, dan Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan.
Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang vokasi hingga sarjana di wilayah kerja 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN). Program ini juga bertujuan membina Generasi Baru Indonesia (GenBI), yaitu komunitas penerima bantuan pendidikan kebanksentralan.
Daftar perguruan tinggi yang bekerjasama
Alur Pengajuan
Tahap Seleksi Perguruan Tinggi
Pengajuan bantuan pendidikan harus melalui proses penilaian kelayakan oleh Bank Indonesia dan memperoleh persetujuan dari Kepala Bank Indonesia Institute. Berikut alur ringkasnya:
- Perguruan tinggi mengajukan surat permohonan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia di wilayah kerjanya.
- Kantor Perwakilan Bank Indonesia melakukan asesmen kelayakan perguruan tinggi.
- Kantor Perwakilan Bank Indonesia melakukan asesmen kuota penerima program untuk disampaikan kepada Bank Indonesia Institute.
- Bank Indonesia Institute mengompilasi dan memverifikasi hasil asesmen untuk menetapkan rencana perguruan tinggi penerima dan kuota bantuan pendidikan.
- Bank Indonesia Institute mengajukan rencana perguruan tinggi penerima dan jumlah kuota kepada Anggota Dewan Gubernur yang membidangi urusan terkait.
- Hasil persetujuan Anggota Dewan Gubernur yang membidangi urusan terkait diinformasikan oleh Bank Indonesia Institute kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia untuk ditindaklanjuti
Penyaluran Bantuan Pendidikan
- Pembayaran bantuan pendidikan dilakukan oleh satuan kerja yang membidangi urusan Manajemen Intern.
- Pembayaran bantuan pendidikan dilakukan setiap semester, yaitu pada semester ganjil dan semester genap.
- Penyaluran bantuan pendidikan dapat dilakukan melalui dua mekanisme:
- Transfer langsung ke rekening mahasiswa; atau
- Transfer ke rekening perguruan tinggi mitra untuk didistribusikan kepada mahasiswa.
- Biaya pengelolaan program dibayarkan kepada masing-masing perguruan tinggi sebesar Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) per tahun
Tahapan Seleksi Mahasiswa
- Perguruan tinggi yang telah disetujui akan mendapatkan sosialisasi dari Bank Indonesia.
- Bank Indonesia menyampaikan informasi mengenai persyaratan dan tahapan seleksi kepada mahasiswa.
- Perguruan tinggi melakukan seleksi administrasi awal terhadap mahasiswa.
- Perguruan tinggi menyerahkan daftar nama calon penerima bantuan pendidikan yang telah memenuhi kriteria, dengan jumlah calon tambahan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang.
- Daftar calon penerima disertai dokumen berupa biodata, KTP/KTM, Kartu Hasil Studi (KHS), surat motivasi (motivation letter), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) jika ada, surat rekomendasi, dan dokumen prestasi.
- Bank Indonesia melakukan seleksi wawancara terhadap calon penerima. Wawancara dapat dilakukan secara langsung atau daring, paling banyak dua kali dalam setahun.
- Pelaksanaan wawancara dikoordinasikan oleh satuan kerja yang membidangi urusan kehumasan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri.
- Persetujuan atas hasil wawancara ditandatangani oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia terkait
Pengelolaan Program Bantuan Pendidikan
Persyaratan Umum
- Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan ditujukan bagi perguruan tinggi negeri dan swasta yang menyelenggarakan program pendidikan Strata 1 (S1), Diploma IV (D4), dan Diploma III (D3).
- Perguruan tinggi mitra Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan wajib merupakan lembaga terakreditasi yang didirikan secara formal dan memiliki dokumen legalitas yang relevan, antara lain akta pendirian badan hukum, surat keputusan pengesahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, surat keputusan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang izin pendirian, terdaftar pada Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), serta memiliki izin program studi.
- Penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan wajib tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).
- Pengelolaan Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dilaksanakan oleh satuan kerja pelaksana, yaitu Kantor Perwakilan Bank Indonesia sesuai dengan wilayah kerjanya.
- Pelaksanaan Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan didasarkan pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan jangka waktu paling lama dua tahun. PKS ditandatangani oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia di daerah yang bertindak untuk dan atas nama Bank Indonesia serta pimpinan perguruan tinggi (rektor/wakil rektor) sebagai mitra kerja sama program.
- PKS yang telah berakhir masa berlakunya dapat diperpanjang atau diperbarui berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Pengajuan perpanjangan atau pembaruan dilakukan oleh perguruan tinggi paling lambat tiga bulan sebelum masa berlaku PKS berakhir.
Pembaruan dan penghentian kerja sama penyaluran bantuan pendidikan kebanksentralan merupakan kewenangan Bank Indonesia berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program pada periode berjalan, dengan memperhatikan aspek-aspek berikut:
- Akreditasi perguruan tinggi.
- Jumlah mahasiswa aktif.
- Ketersediaan mahasiswa calon penerima program.
- Dukungan terhadap pelaksanaan pendidikan kebanksentralan.
- Pengaturan pelaksanaan Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan pada masa peralihan diatur dalam bab mengenai ketentuan peralihan.
Kriteria dan Skema
Kriteria Perguruan Tinggi Mitra Kriteria Perguruan Tinggi Strata I (S1) atau Diploma IV (D4) dan Diploma III (D3).
-
Terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan peringkat minimal C atau yang setara sesuai dengan kriteria BAN-PT.
- Memiliki sekurang-kurangnya satu program studi yang mendukung perekonomian wilayah sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
- Penerima bantuan pendidikan kebanksentralan berasal dari program studi, jurusan, atau departemen yang mendukung perekonomian wilayah, meliputi:
-
Ekonomi dan Bisnis: Ilmu Ekonomi/Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Syariah.
-
Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM): Teknik, Teknologi dan Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Matematika, Statistika, dan Aktuaria.
-
Sosial: Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sosial dan Politik, serta Hukum.
-
Sektor Prioritas Daerah: antara lain pariwisata, pertanian, kehutanan, perikanan, dan ekonomi kreatif.
Kriteria Penetapan Kuota Perguruan Tinggi Mitra
Perhitungan Penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan
Jumlah penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan ditentukan berdasarkan hasil asesmen Skor Edukasi Kebanksentralan, sebagai berikut:
| 1. Akreditasi |
Unggul Baik Sekali Baik |
1
0,75
0,50
|
| 2. Mata Kuliah Kebanksentralan |
Memiliki Modul Mata Kuliah Kebanksentralan Memiliki Sesi Kuliah Terkait Kebanksentralan Belum memiliki Modul dan/atau Sesi kuliah terkait Kebanksentralan |
1
0,5
0
|
3. Pengajar Kebanksentralan
|
Jumlah Pengajar - > 3 pengajar - 1-2 pengajar - Tidak memiliki pengajar Kualitas Pengajar: Keaktifan dalam ToT & Diseminasi Kebijakan - > 4 kali per tahun - 1-3 kali per tahun - Tidak pernah hadir |
1
0,5
0
1
0,5
0
|
| 4. Dukungan PT terhadap program BI |
Keaktifan koordinasi/kegiatan dengan BI setahun terakhir - > 4 kali per tahun - 1-3 kali per tahun -Belum pernah ikut Jumlah jurnal/kajian/riset terkait ekonomi & keuangan dan/atau kebanksentralan - > 4 kali per tahun - 1-3 kali per tahun - Belum pernah ada |
1
0,5
0
1
0,5
0
|
| 5. Referensi Materi Kebanksentralan |
- Koleksi buku ekonomi & keuangan dan/atau kebanksentralan - >=12 - 1-11 - Belum ada
|
1
0,5
0
|
Acuan Kuota Maksimal Penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan
Ketentuan Khusus Wilayah Papua
Khusus bagi perguruan tinggi di wilayah Papua,
komposisi Orang Asli Papua (OAP) secara agregat pada wilayah kerja KPwDN Papua
dan KPwDN Papua Barat ditetapkan paling sedikit sebesar 20% (dua puluh persen)
dari total penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan di wilayah kerja
tersebut.
Kritera Calon Individu Penerima
1. Program Sarjana (S1) dan Diploma IV (D4)
- Mahasiswa aktif minimal semester 3 dari jurusan atau program studi yang memenuhi kriteria, dibuktikan dengan surat keterangan aktif dari perguruan tinggi.
- Memiliki IPK minimal 3,0 pada skala 4.
- Berusia maksimal 23 tahun pada saat pendaftaran.
- Menyertakan satu surat rekomendasi dari tokoh akademik atau nonakademik.
- Menyertakan resume pribadi (curriculum vitae atau CV).
- Menyertakan surat motivasi (motivation letter) yang memuat, antara lain, rencana karier setelah menyelesaikan studi.
- Diutamakan berasal dari keluarga prasejahtera, yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
- Lulus seleksi administrasi.
- Memiliki komitmen untuk berperan aktif dalam mendukung literasi kebanksentralan.
2. Program Diploma III (D3)
- Mahasiswa aktif minimal semester 3 dari jurusan atau program studi yang memenuhi kriteria.
- Berusia maksimal 22 tahun pada saat pendaftaran.
- Memenuhi persyaratan lain yang sama dengan persyaratan bagi calon penerima program S1/D4.
3. Ketentuan Khusus bagi Calon Penerima dari Perguruan Tinggi di Wilayah Kerja Papua dan Papua Barat
- Memiliki IPK minimal 2,5 pada skala 4.
- Berusia maksimal 26 tahun untuk jenjang D3 dan 27 tahun untuk jenjang S1/D4.
- Khusus bagi OAP, batas usia maksimal adalah 28 tahun untuk jenjang D3 dan 30 tahun untuk jenjang S1/D4.
4. Ketentuan Tambahan
- Khusus bagi calon penerima dari wilayah kerja Papua dan Papua Barat, penyesuaian persyaratan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Setiap mahasiswa dapat menerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan paling banyak selama empat semester, sepanjang memenuhi kriteria yang dipersyaratkan.
Rincian Bantuan Pendidikan Kebanksentralan
Besaran bantuan pendidikan kebanksentralan adalah
Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) per orang per bulan, yang dibayarkan setiap
semester sesuai dengan kuota penerima.
Penentuan Jumlah Penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan
- Satuan kerja pelaksana melakukan penilaian mandiri (self-assessment) sesuai dengan kriteria dalam Skor Edukasi Kebanksentralan untuk menentukan jumlah penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan.
- Satuan kerja pelaksana menyampaikan hasil penilaian mandiri kepada Bank Indonesia Institute (BINS) melalui memorandum paling lambat dua bulan (60 hari) sebelum pelaksanaan program, sesuai dengan periode program yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).
- Keputusan mengenai jumlah penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan disampaikan oleh BINS kepada satuan kerja pelaksana melalui memorandum.
GenBI (Pilar pemberdayaan)
Visi
Menjadikan komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI)
sebagai generasi muda yang kreatif, mandiri, produktif, memiliki kepedulian
sosial yang tinggi, dan berperan dalam pemberdayaan masyarakat.
Misi
1. Garda terdepan dalam perluasan literasi kebanksentralan.
2. Agen perubahan (role model).
3. Calon pemimpin muda.
Pilar Pemberdayaan GenBI
-
Frontliner: Mengomunikasikan kebijakan BI.
- Change Agent: Agen perubahan di masyarakat.
- Future Leader: Pemimpin muda masa depan.
Fokus Program KerjaGenBI
Program Intra OrganisasiGenBI
Program ini meliputi kegiatan pengembangan kapasitas (capacity
building), seperti penulisan ilmiah, kebanksentralan, berbicara di depan
umum (public speaking), dan lokakarya usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM), serta Leadership Camp.
GenBI Cerdas Kebanksentralan
Program ini berfokus pada perluasan literasi melalui
edukasi kebanksentralan dan kegiatan GenBI Goes to Community.