Penelitian KPJU Unggulan UMKM Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
28 September 2020
RINGKASAN EKSEKUTIF
Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha Unggulan UMKM
Provinsi Kalimantan Selatan – Tahun 2012
 
Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha Unggulan UMKM tahun 2012 di Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan dengan tujuan (1) Mengenal dan memahami profil daerah, profil UMKM, kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah yang terkait dengan pengembangan UMKM, dan peranan Perbankan dalam pengembangan UMKM, (2) Memberikan informasi tentang Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) unggulan yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan di suatu kabupaten/kota dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja; serta meningkatkan daya saing produk, (3) Memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah dalam rangka pengembangan KPJU unggulan UMKM yang dikaitkan dengan kebijakan Pemerintah Daerah dan kebijakan perbankan.
 
KPJU unggulan UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan dalam penelitian ini didefinisikan secara operasional oleh stakeholder sebagai KPJU UMKM yang saat ini telah unggul dalam sejumlah kriteria tertentu dalam mencapai tujuan penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing, pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
 
Terdapat 10 KPJU unggulan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang dihasilkan dari penilaian kembali terhadap KPJU unggulan di tingkat Kota/Kabupaten dengan metode Borda dan metode Bayes yaitu Padi Ciherang (0,045), Karet Pb (Unggul) (0,045), Kios/Toko Sembako (0,041), Toko/Warung Kelontong (0,033), Padi Siam Unus (0,032), Kelapa Sawit (0,029), Ayam Ras/Broiler (0,029), Toko Bahan Bangunan/Material (0,027), Ikan Nila (Budidaya) (0,024), dan Industri Meubel/Furniture Kayu (0,023).
 
Penanganan dan pengembangan KPJU unggulan Lintas Sektor di Provinsi Kalimantan Selatan, perlu menggunakan titik kekuatan (yang selanjutnya dikembangkan menjadi competitive advantages dan nilai jual) dan mengeliminasi titik kritisnya (kelemahan), serta memanfaatkan peluang yang tersedia. Adapun yang dimaksud titik kekuatan secara umum adalah KPJU yang terpilih umumnya memang KPJU yang sudah unggul di sektornya, baik dalam aspek kapasitas produksinya, luas lahan, serapan tenaga kerja dan kontribusinya bagi perekonomian daerah. Sedangkan yang dimaksud titik kritis secara umum adalah persoalan biaya produksi/proses yang masih tinggi, tingkat produktivitas yang belum optimal, teknologi pengembangan yang belum ada/minim, teknologi paska panen untuk peningkatan nilai tambah, dan masih perlunya perluasan akses pasar. Selanjutnya, yang dimaksud peluang, secara umum adalah positioning Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki keunikan tersendiri dalam kerangka perekonomian nasional, yakni sebagai daerah yang potensial dalam sektor pertanian dan perkebunan.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel