Kajian Identifikasi Indikator Sukses Klaster - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
16 Januari 2019

Dalam pengembangan ekonomi, klaster industri merupakan cara pandang yang komprehensif dalam meningkatkan daya saing sektor tertentu dalam suatu wilayah geografis dengan melibatkan seluruh entitas yang saling tergantung (interdependence) dalam rantai nilai seperti pelaku usaha (hulu dan hilir), industri pendukung, lembaga pendukung, serta industri terkait. Menurut Michael Porter dalam bukunya Clusters and The New Economics of Competition (1998), Klaster didefinisikan sebagai “konsentrasi geografis perusahaan yang saling berhubungan, pemasok, penyedia jasa, perusahaan-perusahaan di industri terkait, dan lembaga-lembaga terkait (misalnya universitas, lembaga standar, dan asosiasi perdagangan) di bidang-bidang tertentu yang bersaing tetapi juga bekerja sama (Porter 1998). Penumbuhkembangan klaster mengandung empat faktor penentu atau dikenal dengan nama diamond model yang mengarah kepada daya saing industri, yaitu (1) faktor input (input condition factor), (2) kondisi permintaan (demand condition), (3) industri pendukung dan terkait (related and supporting industries), serta (4) strategi perusahaan dan persaingan (context for firm and rivalry strategy)”.

Secara agregat terdapat 16 faktor keberhasilan dalam pengembangan klaster yang diperoleh berdasarkan telaah pustaka (A Report to the Departement of Trade and Industry and the English Regional Development Agencies) dan telah dikonfirmasi kepada responden, sbb : ​

Ringkasan Eksekutif
Kajian Identifikasi Indikator Sukses Klaster
aspek.png 
  
Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat indikator kebijakan pemerintah yang mendukung yang juga merupakan faktor penting yang menurut responden dapat mendorong perkembangan klaster. Dari ketujuh belas faktor tersebut, terbangun sebuah konsep klaster berkelanjutan, yang terdiri atas 4 aspek sebagai pilar, yaitu prasarana bisnis, SDM klaster, kelembagaan klaster dan peran pemerintah.

 

klaster.png 

 

Hasil temuan di lapangan juga menunjukkan bahwa klaster memberikan dampak, sbb :

a. Dampak kualitatif:
1.   Meningkatkan pendapatan masyarakat bahkan dapat mengurangi kesenjangan sosial dan perlindungan lingkungan/konservasi, misalkan menggeser minat SDM di tingkat lokal untuk tidak melakukan mobilisasi keluar daerah, mendorong pemanfaatan lahan tidak produktif dll
2.   Mempermudah terjadinya branding produk maupun daerah sehingga memperkuat dampak sosial maupun ekonomi daerah secara berkelanjutan.
 
3.Menumbuhkan spesialisasi di dalam klaster
4. Menumbuhkan peran/fungsi bisnis baru atau inovasi baru di bidang produk dan jasa terkait dalam klaster
5.   Menumbuhkan teknologi baru dalam klaster
6.  Meningkatkan akses pada lembaga keuangan/permodalan
7.  Mendukung upaya stabilisasi harga pada komoditas ketahanan pangan yang dikembangkan dalam klaster
b. Dampak kuantitatif dengan rincian sbb :
  Secara rata-rata program klaster memberikan dampak peningkatan jumlah anggota, kapasitas produksi, nilai transaksi, jumlah tenaga kerja, jumlah pengusaha baru yang muncul, peningkatan investasi dan penerapan teknologi baru dengan prosentase rata-rata berkisar antara 15% sd 100%.
Dalam hal kemungkinan pelaksanaan replikasi klaster, responden menyebutkan bahwa manajemen produksi dan teknologi merupakan aspek yang paling mudah direplikasi dengan alasan bahwa produksi/ tehnologi merupakan aspek teknis yang bisa dipelajari dan dapat dikenali dalam keseharian. Sedangkan aspek marketing merupakan aspek yang paling sulit untuk direplikasi karena membutuhkan keahlian khusus dalam pelaksanaanya terutama kemampuan dalam membangun jejaring yang luas.
Selanjutnya, untuk indikator/aspek yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan penghargaan kinerja klaster KPw atau untuk menentukan keberhasilan kinerja klaster dari KPw ditetapkan 10 faktor dengan hasil pembobotan secara agregat sebagai berikut:
aspek2.png 
 

Pembobotan secara agregat dapat digunakan jika penyelenggaraan penghargaan klaster bersifat umum (tanpa kategori). Pembobotan juga dapat dilakukan berdasarkan subsektor ekonomi, dengan rincian untuk masing-masing sub sektor sebagai berikut:

 

aspek3.png

 

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel