Pola Pembiayaan Usaha Kecil: Perkebunan Kopi Robusta dan Industri Pengolahan Kopi Luwak - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
27 Januari 2020
RINGKASAN EKSEKUTIF
 
POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL: PERKEBUNAN KOPI ROBUSTA DAN INDUSTRI PENGOLAHAN KOPI LUWAK
 
 
Usaha perkebunan Kopi Robusta dan industri pengolahan Kopi Luwak merupakan salah satu usaha agribisnis unggulan di Provinsi Bengkulu. Salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang sangat peduli pada pengembangan usaha di sektor ini adalah Kabupaten Kepahiang yang dikenal sebagai sentra produksi kopi di Provinsi Bengkulu. Dari sepuluh kabupaten/kota yang menanam Kopi Robusta, 28% arealnya berada di Kabupaten Kepahiang dengan 27% petani dari keseluruhan petani di Provinsi Bengkulu. Dengan potensi yang ada, petani kopi di Kabupaten Kepahiang juga mulai mengembangkan industri pengolahan Kopi Luwak. Kopi Luwak umumnya adalah Kopi Arabika. Usaha pengolahan Kopi Luwak ini memiliki potensi keunggulan yang tinggi, karena harganya yang relatif mahal dan mampu masuk  ke dalam segmen pasar perkotaan dan konsumen menengah atas.
Petani kopi di Kabupaten Kepahiang umumnya menanam Kopi Robusta dan hanya sedikit yang menanam Kopi Arabika. Dari populasi petani Kopi Robusta, kajian ini hanya mengambil sampel 18 petani, sedangkan untuk Kopi Luwak diambil sampel sebanyak 3 dari 6 petani pelaku usaha industri Kopi Luwak.
Pengolahan buah kopi umumnya dilakukan dengan proses kering. Tempat penjemuran dapat berupa lantai semen atau jalanan beraspal, sementara proses sortasi sering menjadi hal yang diabaikan. Pengusaha kopi bubuk menggunakan biji kopi yang telah kering sebagai bahan baku dari kopi bubuk yang mereka produksi.  Proses produksinya adalah penggorengan biji kopi kering dan penumbukan dari biji kopi yang telah digoreng tersebut, lalu pengemasan. Beberapa dari perusahan kopi bubuk tersebut telah menggunakan merk seperti kopi Cap Jempol, Cap Semar, Cap Gentong Mas, Cangkir AA, Cang Eng, Cap Tugu, Cap Tiga Saudara dan masih banyak merk kopi bubuk lainnya tetapi sebagian besar masih belum mengurus ijin dari balai POM. 
Untuk usaha Kopi Luwak di Kabupaten Kepahiang, metode yang digunakan adalah penggunaan Luwak yang dipelihara di sangkar untuk mengelupaskan kulit luar dari biji kopi yang sudah dipetik. Prosesnya adalah biji kopi yang sudah dipetik diberikan kepada luwak untuk dimakan. Kelebihan binatang ini dimanfaatkan untuk melakukan pemilihan/sortasi terhadap biji kopi yang baik. Dalam hal ini, luwak hanya akan memakan biji kopi yang telah masak/merah dan tidak memiliki cacat.
Usaha budidaya Kopi Robusta adalah investasi berjangka panjang. Tanaman ini baru akan menghasilkan setelah berumur 2,5 3 tahun dan akan terus berproduksi hingga berumur dua puluh tahun lebih.  Oleh sebab itu, umur ekonomis dari usaha budidaya kopi ini dapat diasumsikan selama 20 tahun, sedangkan pengolahan Kopi Luwak memerlukan investasi untuk pengadaan mesin/peralatan pengolahan berupa mesin penggorengan dan mesin penggilingan, bangunan, lantai jemur, hewan Luwak dan kandang Luwak. Jumlah Luwak yang dipelihara dan akan dimanfaatkan dalam usaha dapat digunakan untuk menentukan skala usaha dan kebutuhan investasi. 
Pemasaran hasil produksi kopi selama ini dilakukan dengan dua cara yaitu menjual butiran kopi yang sudah kering dan mengolah kopi menjadi kopi bubuk. Jika hasil produksi kopi dijual dalam bentuk butiran, maka hasil kopi dijual langsung kepada pengumpul kemudian baru dijual kepada pusat pengumpul kopi yang berada di Kabupaten Kepahing. Dari pusat pengumpul inilah  kemudian baru kopi dijual kepada pabrik pembuat kopi bubuk dan sisanya diekspor.
Rekomendasi yang dapat disampaikan sebagai hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Usaha budidaya Kopi Robusta, usaha pengolahan  kopi bubuk, dan Kopi Luwak memiliki kelayakan untuk didanai
2.    Ada tiga opsi yang dapat dilakukan untuk menyalurkan pinjaman yaitu :
a.   Pendekatan penyaluran secara individu;
b.   Penyaluran kredit melalui kelompok tani atau gabungan kelompok tani;
c.   Melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dalam hal pendampingan dan penjaminan.
 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel