Pola Pembiayaan Usaha Kecil: Usaha Keripik Buah - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Maret 2019

POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL: USAHA KERIPIK BUAH

Keripik buah merupakan salah satu jenis produk pangan camilan (snack) atau makanan ringan yang diolah dengan proses penggorengan vakum sehingga menghasilkan keripik dengan karakteristik spesifik, yaitu masih memiliki aroma dan rasa seperti buah aslinya. Kegiatan usaha pengolahan keripik buah mempunyai manfaat, yaitu (a) dapat meningkatkan nilai tambah komoditas buah, (b) mendorong peningkatan usaha produksi dan budidaya tanaman buah, yang dapat berdampak kepada peningkatan kesejahteraan petani produsen dan lapangan kerja, dan (c) berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan sumber gizi, khususnya vitamin, mineral dan serat.

Karakteristik dan manfaat gizi keripik buah, dapat memenuhi kebutuhan konsumen pada periode bukan musim panen, serta produk camilan yang digemari dan dikonsumsi oleh segenap lapisan masyarakat menjadikan usaha industri keripik buah mempunyai prospek pasar yang baik.

Teknologi penggorengan vakum yang tersedia memungkinkan diolahnya beragam jenis buah, yang dapat menjamin kelangsungan usaha tanpa terkendala produksi buah yang bersifat musiman. Walaupun demikian, pengendalian proses – terutama pada tahap penggorengan vakum, yaitu tekanan vakum, suhu dan lama merupakan faktor kritis yang menentukan mutu (rasa, aroma dan kerenyahan) produk serta biaya produksi khususnya komponen bahan bakar/energi.

Faktor penentu kapasitas produksi adalah kapasitas alat penggoreng vakum dan jam produksi per periode. Rancangan kapasitas produksi sebesar 144.000 kg bahan baku buah per tahun dengan komposisi bahan baku buah Apel (45%), Nangka (35%), Salak (10%), Mangga (5%), Semangka/Melon (3%), Rambutan dan lain-lain (2%), dengan asumsi rendemen untuk masing-masing jenis buah dihasilkan produk sebesar 14.069 kg per tahun.

Total biaya proyek usaha industri keripik buah sebesar Rp709.903.529,-, sebesar Rp505.550.000,- merupakan biaya investasi peralatan dan bangunan dengan sumber biaya 60% adalah kredit dengan suku bunga 14%, dengan jangka waktu pinjaman kredit investasi selama 3 tahun dan modal kerja selama 1 tahun.

Analisis aspek finansial menunjukkan bahwa usaha industri keripik buah adalah layak berdasarkan kriteria NVP, IRR, Net B/C dan masa pengembalian modal. Kelayakan usaha lebih sensitif terhadap penurunan harga jual produk atau pendapatan usaha dibandingkan dengan kenaikan biaya produksi. Batas kritis kelayakan penurunan harga jual/pendapatan adalah 6% dan batas kritis kenaikan biaya produksi adalah 12%. Batas kritis kombinasi penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi adalah sebesar 4%.

Oleh karena produk usaha ini adalah produk pangan, maka pembinaan dan pengawasan perlu dilakukan secara berkesinambungan oleh Instansi/Dinas terkait, sehingga cara produksi pangan yang baik tetap terjaga dan lebih meningkat, sehingga produk pangan yang dihasilkan layak dan aman bagi kesehatan konsumen.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel