Dorong Produktivitas Dengan Engagement - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
02 Oktober 2020

Dorong-Produktivitas-Dengan-Engagement1.png
"Jadi dikejar jangan produktivitasnya dahulu, tetapi engagement-nya karena produktivitas akan meningkat otomatis" – Agus Dwi Handaya, Direktur Kepatuhan Bank Mandiri.

Karena dianggap membawa manfaat untuk seluruh anggotanya, Forum Komunikasi Transformasi atau yang biasa disebut Community of Practices (CoP) Kementerian, Lembaga, dan BUMN sudah dilaksanakan untuk keenam kalinya. Institusi yang menjadi penyelenggara pada CoP kali ini adalah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Bertempat di Auditorium Plaza Mandiri Jalan Gatot Subroto, CoP ke-6 dilaksanakan pada tanggal 27 April 2018. Kegiatan dibuka oleh Agus Dwi Handaya, Direktur Kepatuhan Bank Mandiri. Agus menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam mengelola engagement pegawai adalah membimbing role model dan pimpinan. Menurut Gallup, engagement pegawai adalah kondisi dimana pegawai merasa dilibatkan, antusias dan berkomitmen pada pekerjaan dan tempat kerja mereka . Sebagian besar role model dan pimpinan merupakan pegawai yang sudah lama berada di organisasi. Membimbing role model dan pimpinan juga menjadi tantangan tersendiri karena salah satu tugas role model dan pimpinan adalah mengembangkan engagement tim. Dengan kata lain, engagement pegawai di organisasi secara keseluruhan akan dipengaruhi oleh perlakuan role model dan pimpinan di organisasi tersebut.

Bank Indonesia selaku sekretariat CoP yang diwakili oleh Elisabeth Sukawati, Kepala Grup Manajemen Strategis – Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola menyampaikan bahwa tujuan awal Bank Indonesia menginisiasi forum ini adalah karena keinginan belajar dari Kementerian dan Lembaga lain, khususnya proses implementasi transformasi. Instansi lain juga diharapkan dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini. Jika diperlukan, suatu insititusi dapat mengundang institusi lain secara langsung untuk memperdalam dan mempelajari suatu topik. Pada kesempatan kali ini, Elisabeth juga memperkenalkan pejabat Bank Indonesia yang selanjutnya akan memimpin sekretariat forum yaitu Harymurthy Gunawan, Kepala Grup Pengembangan Kelembagaan – Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola.

Pemaparan dilakukan oleh tiga insititusi yaitu Telkom, BPJS Ketenagakerjaan, dan Bank Mandiri. Telkom yang diwakili oleh Susilo B. Utomo, AVP Human Capital Effectiveness PT Telkom menyampaikan bahwa Telkom saat ini bertransformasi dari Telecomunication Company menjadi Digital Company. Namun dengan adanya transformasi tersebut, mindset pimpinan Telkom juga bergeser bahwa bukan hanya teknologi tetapi juga “great people”. Untuk mengukur engagement pegawai, Telkom menggunakan 3 hal yaitu say, stay, dan strive. Say adalah bagaimana pegawai membicarakan mengenai organisasi kepada lingkungan, stay adalah seberapa ingin pegawai tetap menjadi bagian dari organisasi, sedangkan strive adalah bagaimana pegawai berusaha untuk melakukan perbaikan organisasi secara berkelanjutan.

BPJS Ketenagakerjaan yang diwakili oleh Harry Kuswanda, Asisten Deputi Direktur Bidang Kinerja dan Budaya Organisasi menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan melakukan transformasi pada tahun 2014 dengan adanya UU Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yaitu Jamsostek berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Transformasi utama yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah perubahan strategi dari product centric menjadi customer centric. Perubahan ini tentu harus diikuti dengan perubahan sumber daya manusia. Dalam mengelola sumber daya manusia, terdapat beberapa prinsip yang dipegang oleh BPJS Ketenagakerjaan yaitu pegawai perlu mengetahui ke mana organisasi akan membawa mereka, meminimalisir birokrasi, pegawai menginginkan lingkungan yang baik, dan “human capital starts from you”. Hal-hal tersebut dalam rangka mendorong tiga misi yang diusung oleh BPJS Ketenagakerjaan yaitu melindungi dan menyejahterakan pegawai, meningkatkan daya saing pekerja, dan mendukung perekonomian nasional.

Bank Mandiri diwakili oleh I Aminarti Widiati, Senior Vice President Human Capital menyampaikan bahwa dalam pengelolaan engagement pegawai, Bank Mandiri telah memiliki program rencana pengembangan karir dan kompetensi, mulai pegawai bergabung dengan Bank Mandiri hingga pegawai tersebut pensiun. Bank Mandiri juga memiliki banyak kegiatan yang melibatkan pegawai di luar operasional bisnisnya seperti mandiri happy hour (seluruh pegawai mandiri berkumpul setiap bulan di kantor pusat Bank Mandiri), mandiri volunteer (program mengajar ke daerah), mandiri toastmaster (program peningkatan kompetensi bahasa), mandiri daycare, dan kriya difabel (seluruh difabel memiliki kesempatan yang sama dengan yang lainnya dalam hal kesempatan bekerja di Bank Mandiri).

Dorong-Produktivitas-Dengan-Engagement2.PNG

Harymuthy Gunawan dari Bank Indonesia menyampaikan bahwa fungsi komunikasi sangat penting khususnya dalam membangun engagement pegawai. Di Bank Indonesia sendiri, pimpinan menempatkan diri tidak hanya mendengarkan pegawai khususnya milenial, tetapi juga melatih pegawai milenial untuk mau mendengarkan, sehingga tercipta komunikasi dua arah. Karena pada dasarnya transformasi dan komunikasi merupakan proses untuk menemukan titik temu antara kedua belah pihak.

Setelah melakukan Sholat Jumat di Masjid An-Nur Plaza Mandiri, seluruh peserta diajak untuk berkeliling melihat fasilitas di Plaza Mandiri melalui ajang Fun Race. Seluruh peserta terlihat sangat menikmati kegiatan fun race tersebut sambil menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh panitia untuk mengumpulkan poin. Kelompok peserta yang mengumpulkan poin paling banyak mendapatkan apresiasi yang diberikan oleh pimpinan Bank Mandiri di Sky Garden Plaza Mandiri. Kegiatan ditutup dengan mengajak peserta ke acara happy hour sehingga peserta dapat melihat kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri untuk meningkatkan engagement pegawainya.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel