Lembaga Internasional - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
26 November 2020

SEKILAS PROFIL LEMBAGA INTERNASIONAL YANG DIIKUTI BANK INDONESIA

:: Atas nama Bank Indonesia, sebagai Anggota

1. SEACEN, 1982, 12 bank sentral
merupakan pusat penelitian dan pelatihan bagi pegawai bank sentral yang menjadi anggotanya dari kawasan Asia Tengagra di bidang keuangan, moneter, perbankan, kebanksentralan, dan ekonomi pembangunan. Termasuk juga memprakarsai dan memfasilitasi kerjasama dalam bidang penelitian dan pelatihan yang berhubungan dengan aspek kebijakan dan operasional bank sentral, survei ekonomi dan prakiraan (outlook) tahunan, dan publikasi hasil survey, analisa dan telaah ulang

2. SEANZA, 1957, 20 bank sentral
dibentuk terutama untuk membantu mengatasi masalah keterbatasan sumber daya manusia yang ahli dan berpengalaman, khususnya pada tingkat manajerial menengah ke atas, yang dihadapi bank sentral negara-negara di kawasan Asia Pasifik

3. EMEAP, 1991, 11 bank sentral
merupakan organisasi kerjasama bank sentral dan otoritas moneter di kawasan Asia dan Pasifik yang bertujuan mempererat hubungan kerjasama sesama anggotanya. Kerjasama ini dilakukan dalam bentuk Governors Meeting dan Working Group. Bentuk lainnya antara lain pembentukan jejaring regional untuk pertukaran informasi.

4. ACBF, 2002, 10 bank sentral
dibentuk dengan tujuan untuk mengevaluasi perekonomian dan risiko keuangan yang mungkin timbul dengan menekankan pada policy option dan implikasinya, serta mendorong dilakukannya langkah awal untuk meminimalisasi risiko tersebut dengan bantuan dari beberapa lembaga multilateral baik ditingkat regional maupun internasional.

5. BIS, Mei 1943, 49 bank sentral
merupakan forum kerjasama keuangan dan moneter internasional, sebagai lembaga yang memainkan peran penting dalam menyediakan jasa keuangan dalam pengelolaan devisa, menjadi pusat riset ekonomi dan moneter, dan memberikan kontribusi dalam memahami pasar keuangan internasional, serta sebagai forum pembahasan hasil riset moneter dan perbankan.

:: Atas nama Pemerintah, sebagai Anggota

1. ASEAN, Agustus 1967, 10 negara
merupakan asosiasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, perkembangan sosial dan perkembangan kultural di kawasan ini. Selain itu juga untuk mendorong stabilitas ekonomi dan politik dan memecahkan berbagai isu di kawasan ini .

2. ASEAN+3, 1997, 13 negara
merupakan forum kerjasama di bidang ekonomi dari negara-negara ASEAN ditambah Cina, Jepang dan Korea Selatan. Kerjasama ini di masa yang akan datang akan terus ditingkatkan sehingga meliputi juga berbagai bidang politik dan keamanan untuk mendorong perdamaian, kestabilan, dan kesejahteraan di kawasan ini, Forum yang digelar antara lain berbentuk Pertemuan Puncak dan Pertemuan tingkat Menteri.

3. ADB, 1966, 61 negara
adalah lembaga pembangunan keuangan yang ditujukan untuk memberantas kemiskinan melalui strategi pengurangan kemiskinan di kawasan Asia dan Pasifik. Untuk itu, ADB terus mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, peningkatan status wanita, dan pelestarian lingkungan. Selain itu, kerjasama regional, pembangunan sektor swasta, dan pembangunan sosial juga menjadi perhatian dalam rangka mencapai tujuan utama.

4. APEC, 1989, 21 negara
adalah forum utama untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomim dan kerjasama perdagangan dan investasi di kawasan sekitar Asia dan Pasifik. Anggotanya meliputi 47% perdagangan dunia. Tiga aspek prioritasnya adalah liberalisasi perdagangan adn investasi, memfasilitasi kegiatan usaha, dan kerjasama ekonomi dan teknis

5. Manila Framework, November 1997, 14 negara (bank sentral dan Departemen Keuangan)
dibentuk setelah terjadinya krisis di beberapa negara Asia pada pertengahan 1997. Tujuannnya adalah menyediakan forum untuk mendiskusikan isu-isu yang mempengaruhi stabilitas keuangan di kawasan ini. Grup ini bertemu dua kali setahun, yang dihadiri oleh pejabat Departemen Keuangan dan bank sentral negara anggotanya, ditambah wakil dari IMF, WB, BIS dan ADB.

6. ASEM, 1996, 25 negara
merupakan forum kerjasama negara Asia dan Eropa untuk memelihara perdamaian secara global, stabilitas, dan kemakmuran yang bertujuan untuk memajukan kegiatan perdagangan dan investasi yang lebih besar antara dua kawasan melalui liberalisasi perdagangan dan investasi serta fasilitasi di antara negara anggota.

7. IDB, Juli 1975, 54 negara anggota OIC
merupakan agen pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan perkembangan sosial negara anggotanya dan komunitas muslim, baik secara individu maupun kelompok, sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Dalam rangka mencapai tujuan, IDB berpartisipasi dalam equity capital 'modal ekuitas' dan pemberian pinjaman untuk proyek-proyek produktif dan untuk perusahaan-perusahaan, selain juga menyediakan bantuan keuangan kepada negara-negaranya dalam bentuk lain untuk pembangunan ekonomi dan sosial.

8. IMF, Desember 1945, 184 negara
merupakan organisasi internasional yang dibentuk sesuai dengan kesepakatan konferensi Breeton Woods tahun 1944 yang ditujukan untuk mendorong kerjasama moneter internasional untuk menghindari terjadinya kembali economic disaster seperti great depression tahun 1930an. Indonesia bergabung Februari 1967 (setelah pernah bergabung sebelumnya dan keluar). IMF memfasilitasi perluasan dan pertumbuhan yang seimbang dari perdagangan internasional, mendorong stabilitas nilai tukar, membantu pembentukan sistem pembayaran multilateral, dan membantu pendanaan bagi negara-negara yang mengalami kesulitan neraca pembayaran. Secara lebih umum IMF bertanggung jawab untuk memastikan stabilitas sistem keuangan internasional

9. World Bank/IBRD, Juli 1944, 184 negara
merupakan organisasi internasional yang juga dibentuk sesuai dengan kesepakatan Bretton Woods tahun 1944 yang merupakan sumber terbesar di dunia untuk bantuan pembangunan. Indonesia bergabung April 1967. Bank Dunia bukanlah bank seperti pada umumnya melainkan sebuah agen pembangunan khusus dari PBB yang terdiri dari lima organisasi yakni IBRD (International Bank for Recunstruction and Development), IFC (International Finance Corporation), MIGA (Multilateral Investment Guarantee Agency) dan ICSID (International Centre for Settlement of Investment Disputes). Pada perkembangannya, Bank Dunia menjadi nama yang digunakan untuk IBRD dan IDA.

10. IDA, 1960, 164 negara anggota IBRD
merupakan bagian dari World Bank yang membantu negara-negara termiskin di dunia untuk mengurangi kemiskinan dengan memberikan kredit dengan bunga nol persen, grace period 10 tahun dan jangka waktu 35 sampai 40 tahun. IDA membantu membangun human capital, kebijakan-kebijakan, institusi-institusi dan infrastruktur fisik yang dibutuhkan negara-negara untuk mempercepat pertumbuhan yang environmental sustainable. Tujuan IDA adalah untuk mengurangi kesenjangan antar negara dan dalam negara, terutama dalam hal akses terhadap pendidikan dasar, kesehatan pokok, air bersih dan sanitasi, dan untuk mendorong meningkatkan produktifitas masyarakat. Indonesia bergabung tahun 1968.

11. IFC, 1956, 175 negara anggota IBRD
merupakan bagian dari World Bank  yang bertujuan untuk mendorong investasi/pertumbuhan sektor swasta yang sustainable di negara-negara berkembang sebagai salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai bagian dari the World Bank Group, IFC juga mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di negara-negara berkembang anggotanya. Indonesia bergabung tahun 1968. Aktifitas IFC termasuk pembiayaan proyek-proyek swasta untuk mencari dana di pasar keuangan internasional, dan memberikan saran dan bantuan teknis untuk dunia usaha dan pemerintah.

12. MIGA, 1988, 157 negara anggota IBRD
merupakan bagian dari World Bank yang bertujuan untuk mendorong investasi asing langsung (foreign direct investment) di negara-negara berkembang untuk meningkatkan tingkat kehidupan masyarakat dan mengurangi kemiskinan. MIGA menawarkan political risk insurance/guarantees kepada negara-negara berkembang untuk menarik dan menjaga investasi swasta.

13. WTO, 1995, 146 negara
merupakan forum negosiasi kebijakan/peraturan perdagangan internasional yang antara lain bertujuan untuk menangani perselisihan perdagangan, memonitor kebijakan perdagangan nasional negara anggota, memberikan bantuan berupa pelatihan dan bantuan teknis bagi negara-negara yang sedang berkembang, dan menjalin kerjasama dengan organisasi internasional lainnya.

14. G20, September 1999, 19 negara, EU, IMF dan IBRD
merupakan forum internasional Menteri Keuangan dan Gubernur bank sentral dari negara-negara industri dan berkembang untuk mendorong stabilitas keuangan dan ekonomi setelah terjadinya krisis keuangan dan perbankan di Asia pada pertengahan 1997. G20 dibentuk atas prakarsa G7. Agenda grup kemudian meluas sampai kepada masalah-masalah dan tantangan-tantangan globalisasi dan cara-cara untuk mengurangi kejahatan terorisme keuangan. G20 mendorong pertukaran pandangan secara informal dan pembentukan konsensus mengenai isu-isu internasional. Statistik G-20 dapat dilihat pada laman  (http://www.principalglobalindicators.org/default.aspx)

:: Atas nama Pemerintah, sebagai Pengamat

1. G15, Februari 1999, 17 negara berkembang dari Asia, Afrika dan Amerika Selatan
merupakan kelompok dari 17 negara-negara berkembang dari Asia, Afrika dan Amerika Latin yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan memberikan input untuk kelompok internasional lain seperti WTO dan G7 (kelompok 7 negara industri kaya)

2. G24, 1971, 24 negara
merupakan kelompok dari 24 negara berkembang dari Afrika, Amerika Selatan, Karibia, Asia dan Eropa, yang tujuan utamanya adalah untuk menggalang persatuan posisi dari negara-negara berkembang dalam isu-isu moneter dan pembangunan keuangan. G24 beroperasi melalui dua level yaitu level politis di tingkat Menteri Keuangan/Gubernur bank sentral dan level official di tingkat Deputi.

Kembali

Show Left Panel