Proses Pengambilan Keputusan - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
23 Mei 2019

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

pengambilan-keputusan.jpg

Proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan di Bank Indonesia dilaksanakan melalui prosedur dan mekanisme yang terstruktur dan sistematis untuk meningkatkan kredibilitas kebijakan, menciptakan mekanisme checks and balances, dan memastikan termitigasinya risiko (rule making rules).

Pengambilan keputusan dilakukan dengan mempertimbangkan: (i) kepentingan umum, (ii) tujuan yang hendak dicapai, (iii) azas manfaat, (iv) hasil asesmen/kajian yang matang, (v) risiko dan mitigasinya, serta (vi) kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan.

Sebagaimana amanat Undang-Undang tentang Bank Indonesia, Rapat Dewan Gubernur (RDG) merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di Bank Indonesia. Melalui forum ini, Dewan Gubernur menetapkan atau melakukan evaluasi kebijakan yang bersifat prinsipil dan strategis. RDG dilaksanakan berdasarkan prinsip musyawarah demi mufakat.  Apabila mufakat tidak tercapai, Gubernur menetapkan keputusan akhir. Untuk menjaga tata kelola pengambilan keputusan, RDG diselenggarakan apabila telah kuorum yakni dihadiri oleh separuh atau lebih jumlah Anggota Dewan Gubernur.

Guna meningkatkan efektivitas proses pengambilan keputusan dalam RDG, materi yang diajukan harus dikaji dan dibahas secara matang dalam forum pembahasan/koordinasi antar satuan kerja, rapat bidang, dan/atau rapat komite. Di Bank Indonesia, terdapat 5 (lima) komite yakni: (i) komite kebijakan moneter, (ii) komite kebijakan stabilitas sistem keuangan, (iii) komite kebijakan sistem pembayaran, (iv) komite pengelolaan cadangan devisa, dan (v) komite sumber daya manusia. Tujuan dari komite ini adalah memastikan rekomendasi atas usulan kebijakan prinsipil dan strategis yang diajukan kepada Dewan Gubernur telah dilakukan berdasarkan analisis dan pembahasan yang mendalam dengan mempertimbangkan aspek risiko dan mitigasinya, serta aspek tata kelola yang baik.

Penyelenggaraan RDG terdiri atas RDG Bulanan dan RDG Mingguan. RDG Bulanan merupakan RDG yang diselenggarakan paling kurang 1 (satu) kali dalam sebulan. Untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, sejak 2016, pelaksanaan RDG Bulanan dilakukan dalam waktu 2 (dua) hari berturut-turut. RDG Bulanan hari pertama: (i) memaparkan hasil asesmen terhadap kondisi perekonomian dan outlook kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah, dan (ii) membahas dan mengintegrasikan opsi bauran kebijakan. Selanjutnya, RDG Bulanan hari kedua membahas rekomendasi dan menetapkan kebijakan umum di bidang moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah.

Sedangkan RDG Mingguan diselenggarakan paling kurang 1 (satu) kali dalam seminggu untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan kebijakan moneter, perkembangan stabilitas sistem keuangan, perkembangan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah dan/ atau menetapkan kebijakan lain yang bersifat prinsipil dan strategis yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

Sebagai bentuk transparansi kebijakan kepada stakeholders, keputusan yang ditetapkan dalam RDG Bulanan disampaikan kepada masyarakat pada hari yang sama dengan penyelenggaraan RDG guna membangun ekspektasi positif stakeholders. Di samping itu, Bank Indonesia juga mempublikasikan jadwal RDG Bulanan selama satu tahun ke depan, sebelum berakhirnya tahun berjalan.

Informasi RDG bulanan dapat di akses di link berikut.

Show Left Panel