Kode Etik dan Pedoman Perilaku - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
26 September 2020

KODE ETIK DAN PEDOMAN PERILAKU

Pencapaian visi Bank Indonesia sebagai lembaga bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional mensyaratkan dukungan kinerja yang tinggi dari perilaku Sumber Daya Manusia (SDM) Bank Indonesia yang berintegritas, jujur, dan profesional. Ketiadaan aspek perilaku tersebut tidak hanya berpotensi menghambat pencapaian kinerja, namun juga dapat menimbulkan risiko hukum dan risiko reputasi sehingga mengakibatkan ketidakpercayaan pemangku kepentingan atau publik terhadap pelaksanaan tugas dan wewenang yang diamanatkan kepada Bank Indonesia. Hal ini mengingat kredibilitas lembaga erat kaitannya dengan masalah kepercayaan publik terhadap perilaku SDM di lembaga tersebut.

Perilaku yang berintegritas, jujur, dan profesional merupakan proses penciptaan karakter di lingkungan kerja yang memerlukan waktu dan proses. Untuk itu, agar mencapai arah yang diharapkan, maka diperlukan suatu aturan yang mengatur secara jelas etik dan norma perilaku yang diberlakukan secara menyeluruh bagi seluruh SDM disertai proses penegakan secara konsisten.

Oleh karena itu, perilaku dan tindakan pegawai Bank Indonesia diatur secara rinci dalam ketentuan kode etik dan pedoman perilaku Bank Indonesia. Ketentuan ini diberlakukan menyeluruh bagi seluruh insan BI yaitu Anggota Dewan Gubernur, pegawai BI, pegawai yang dipekerjakan oleh BI, serta mantan pegawai pangkat tertentu dan Anggota Dewan Gubernur untuk aturan cooling-off period. Ketentuan ini mencakup norma moral dan standar perilaku yang sesuai dengan kebutuhan Bank Indonesia, serta diyakini mampu menciptakan insan Bank Indonesia yang berkinerja tinggi, berintegritas, jujur, dan profesional. Penerapan ketentuan kode etik dan pedoman perilaku Bank Indonesia diaktualisasikan di lingkungan kerja dan masyarakat yaitu:

  1. menegakkan integritas dan profesionalisme,
  2. menghindari konflik kepentingan,
  3. menjaga kemandirian dan ketidakberpihakan,
  4. bersikap adil, dan
  5. menjaga kesusilaan, kesopanan, dan perilaku bermasyarakat. 

 

Untuk mendukung efektivitas penerapan kode etik dan pedoman perilaku, terdapat kewajiban penyampaian surat pernyataan antara lain: (i) surat pernyataan kepatuhan, dan (ii) surat pernyataan tahunan. Surat pernyataan kepatuhan memuat komitmen untuk memahami, mematuhi, dan melaksanakan sumpah/jabatan pegawai, sistem dan prosedur, serta seluruh peraturan perundangan yang berlaku, serta kesediaan dikenakan sanksi terhadap pelanggaran. Surat pernyataan kepatuhan disampaikan hanya sekali yakni pada saat mulai bekerja di Bank Indonesia. Sementara, untuk surat pernyataan tahunan disampaikan setiap tahun yakni pada awal tahun berjalan untuk pernyataan tahun sebelumnya. Surat pernyataan tahunan memuat pernyataan terhadap seluruh keadaan atau situasi yang memungkinkan timbulnya pelanggaran/ketidakpatuhan terhadap ketentuan kode etik dan pedoman perilaku Bank Indonesia.

Setiap pelanggaran terhadap kode etik dan pedoman perilaku serta sistem dan prosedur yang berlaku akan dikenakan sanksi disiplin. Penegakan disiplin dilakukan dengan pengenaan sanksi ringan, sedang, dan berat tergantung dari pelanggaran yang dilakukan pegawai.

Show Left Panel