Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan di Papua - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Juli 2019

Dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas usaha tanam padi di Nabire, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua memberikan bantuan dalam rangka PSBI “Dedikasi untuk Negeri” kepada kelompok tani Ngudi Rejeki dan kelompok tani Jaya Mukti berupa 2 (dua) unit hand tractor dan 2 (dua) unit rice transplanter. Seremoni penyerahan bantuan dilakukan pada hari Jumat, 15 Januari 2016 di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire.

Artikel ketahanan pangan -papua.jpg
 
 Selama ini Papua sangat tergantung dengan daerah lain. Barang-barang kebutuhan pokok masyarakat masih banyak yang belum bisa diproduksi di sini sehingga harus didatangkan dari luar daerah seperti dari Jakarta, Surabaya dan Makassar. Kondisi ini menimbulkan risiko harga yang tinggi dan berfluktuasi. Mahalnya harga barang-barang di Papua tidak terlepas dari pengaruh tingginya biaya angkut. Sedangkan fluktuasi harga di Papua disebabkan oleh banyak hal, mulai dari fluktuasi di daerah pemasok hingga faktor musim dan cuaca. 

Sebagai langkah untuk mewujudkan ketahanan pangan di Papua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mengembangkan klaster padi di Kabupaten Nabire. Nabire sengaja dipilih untuk menjadi klaster karena daerah ini sangat potensial dan letak geografisnya cukup strategis yang menjadi sentral akses menuju kabupaten-kabupaten di daerah pegunungan Papua seperti Paniai, Intan Jaya, Deiyai dan Dogiyai. Dengan demikian, produksi padi di Nabire dapat diandalkan untuk mensuplai kebutuhan beras di daerah-daerah sekitarnya tersebut. 

Acara diawali dengan panen bersama di sawah yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Bp.Joko Supratikto. Penyerahan bantuan juga disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire Bp.Johny Pasande beserta jajaran Kepala SKPD/Instansi terkait dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh kelompok tani di Kampung Bumi Raya.

Dalam sambutannya, Bp.Joko menjelaskan latar belakang kenapa Bank Indonesia peduli dengan sektor pertanian. “Tujuan tunggal BI adalah menjaga stabilitas nilai rupiah, yang tercermin dari stabilitas harga dan stabilitas kurs mata uang rupiah terhadap mata uang negara lain. Namun, seringkali harga-harga naik tinggi disebabkan adanya gangguan produksi atau distribusi di sektor pertanian. Oleh karena itu, dengan bantuan hand tractor dan rice transplanter ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas usaha tani padi, meningkatkan ketahanan pangan dan pada akhirnya menjaga harga-harga tetap stabil,” ungkapnya. Selanjutnya, senada dengan BI, Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Bp.Johny mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap BI atas komitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Nabire. “Terima kasih sekali kepada BI yang telah memberikan bantuan alat-alat pertanian kepada kelompok tani. Kami berharap agar para petani dapat memanfaatkan sebaik-baiknya sekaligus menjaga dan merawatnya agar hand tractor dan rice transplanter tersebut dapat awet dan tahan lama,” pungkasnya.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel