Penyangga Likuiditas Makroprudensial - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
28 September 2020

Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM)
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial Syariah (PLM Syariah) merupakan cadangan likuiditas minimum dalam rupiah yang wajib dipelihara oleh BUK dan BUS dalam bentuk surat berharga dalam rupiah yang dapat digunakan dalam operasi moneter, yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari DPK BUK dan BUS dalam rupiah. PLM dan PLM Syariah juga memiliki fitur fleksibilitas, yang berarti bahwa pada kondisi tertentu maka surat berharga tersebut dapat digunakan dalam transaksi repo kepada Bank Indonesia dalam Operasi Pasar Terbuka sebesar persentase tertentu dari DPK BUK dan BUS dalam rupiah.

Kebijakan PLM/PLM Syariah diharapkan mengatasi permasalahan prosiklikalitas likuiditas serta menjadi instrumen makroprudensial berbasis likuiditas yang berlaku untuk seluruh bank.

PLM wajib dipenuhi oleh Bank Umum Konvensional dan Unit Usaha Syariah, sedangkan PLM Syariah wajib dipenuhi oleh Bank Umum Syariah.

Ketentuan terkini mengenai PLM / PLM Syariah dapat dilihat pada

 
Perkembangan PLM/PLM Syariah
 
Tgl. Pengumuman ​Tgl. Berlaku ​Ketentuan Siaran Pers
​Instrumen ​Besaran ​Fleksibilitas
​3 Apr 2018
​16 Jul 2018
PBI No.20/4/PBI/2018 ​Pranala ​PLM ​4% ​2%
​PLM Syariah ​4% ​4%
15 Nov 2018 ​30 Nov 2018 PADG No.20/31/PADG/2018 ​​Pranala ​PLM ​4% ​2%
​PLM Syariah ​4% 4%​
 

 

 
Show Left Panel