Penyangga Likuiditas Makroprudensial - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
20 Februari 2020

Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM)

Definisi

Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial Syariah (PLM Syariah) merupakan cadangan likuiditas minimum dalam rupiah yang wajib dipelihara oleh BUK dan BUS dalam bentuk surat berharga (syariah) dalam rupiah yang dapat digunakan dalam operasi moneter (syariah), yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari DPK BUK dan BUS dalam rupiah. PLM dan PLM Syariah juga memiliki fitur fleksibilitas yang berarti bahwa pada kondisi tertentu, surat berharga tersebut dapat digunakan dalam transaksi repo kepada Bank Indonesia dalam operasi pasar terbuka sebesar persentase tertentu dari DPK BUK dan BUS dalam rupiah.

Tujuan dan Latar Belakang

Kebijakan PLM/PLM Syariah diharapkan mampu mengatasi permasalahan prosiklikalitas likuiditas serta menjadi instrumen makroprudensial berbasis likuiditas yang berlaku untuk seluruh bank. 

Penyangga Likuiditas Makroprudensial Syariah bagi Bank Umum

Tgl Pengumuman Tgl Berlaku Besaran Fleksibilitas Ketentuan Siaran Pers
03 April 16 Juli 2018 4% 2% PBI No.20/4/PBI/2018 Pranala Siaran Pers
15 Nov 30 Nov 2018 4% 4% PADG No.20/31/PADG/2018 Pranala Siaran Pers



Penyangga Likuiditas Makroprudensial Syariah bagi Bank Umum Syariah

Tgl Pengumuman Tgl Berlaku Besaran Fleksibilitas Ketentuan Siaran Pers
03 April 16 Juli 2018 4% 2% PBI No.20/4/PBI/2018 Pranala Siaran Pers
15 Nov 30 Nov 2018 4% 4% PADG No.20/31/PADG/2018 Pranala Siaran Pers

Keterangan:

Tanggal pengumuman didasarkan pada tanggal diundangkannya PBI


Show Left Panel