BI Rate Naik 25 bps Menjadi 9,25% - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
18 Juli 2019

No. 10/ 40  /PSHM/Humas

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada hari ini memutuskan untuk kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 9,25%. Keputusan tersebut diambil setelah mencermati dan mempertimbangkan perkembangan dan prospek ekonomi global, regional dan domestik dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan Indonesia, khususnya untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi dalam jangka menengah.

"Sampai saat ini tekanan inflasi di dalam negeri dirasa masih kuat, terutama sebagai akibat dari permintaan agregat yang tumbuh cepat. Tekanan dari kenaikan harga energi,  pangan dan komoditi di pasar dunia sementara ini mereda, tetapi tetap harus diwaspadai.  Bank Indonesia memandang perlu untuk menjaga dan mengamankan agar permintaan agregat tetap tumbuh dalam jalur yang aman bagi pencapaian sasaran inflasi dan kestabilan ekonomi pada umumnya dalam jangka menengah”, demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Boediono.

Untuk mencapai sasaran tersebut, Bank Indonesia akan tetap mengoptimalkan penggunaan seluruh instrumen kebijakan moneter yang tersedia. Industri perbankan berperan dalam menopang stabilisasi ekonomi makro dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit, yang saat ini tumbuh cukup tinggi. Dengan kebijakan yang terpadu, diharapkan inflasi pada 2009 akan dapat dibawa kembali pada kisaran 6,5%-7,5%.

Inflasi pada Agustus 2008 tercatat 0,51% jauh menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 1,37% sehingga realisasi inflasi tahunan menjadi sebesar 11,85%. Dengan perkembangan tersebut, inflasi Januari-Agustus 2008 mencapai 9,4%, jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (6,51%). Dengan memperhitungkan beberapa faktor risiko serta tekanan inflasi yang masih akan timbul hingga akhir tahun, Bank Indonesia memprakirakan inflasi IHK pada akhir tahun 2008 akan berada pada kisaran 11,5%-12,5% (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia akan senantiasa mengevaluasi stance kebijakan moneter, dengan terus mencermati kondisi perekonomian nasional dan global untuk mengamankan sasaran inflasi jangka menengah.

Jakarta, 4 September 2008
Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat

Dyah NK. Makhijani
Direktur

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel