Mendorong Terbentuknya Less Cash Society - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
20 Agustus 2018
No.8/ 26 /PSHM/Humas

Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah membuka Seminar Internasional dengan tema “Toward Less Cash Society In Indonesia” pagi ini di Jakarta.  “Seminar ini penting guna diperolehnya berbagi masukan untuk penyusunan Grand Design Upaya Peningkatan Penggunaan Pembayaran Non Tunai, sebagai bagian dari upaya penciptaan less cash society”, ungkap Burhanuddin dalam sambutan pembukaannya.

Perkembangan transaksi pembayaran menuju less cash society merupakan trend yang tidak bisa dihindari. Sistem pembayaran konvensional yang mengandalkan fisik uang sebagai instrumen pembayaran telah bergeser. “Teknologi penggunaan instrumen pembayaran non tunai telah berkembang pesat, disertai dengan berbagai inovasi yang mengarah pada penggunaan alat pembayaran yang makin efisien, aman, nyaman dan cepat”, demikian ditambahkan oleh Deputi Gubernur, Maulana Ibrahim, di bagian lain.  Inovasi itu tidak saja pada berkembangnya penggunaan intrumen pembayaran berbasis kertas (paper based), penggunaan alat pembayaran dengan menggunakan kartu (card based), dan pembayaran secara elektronik (electronic based) tetapi juga sudah disertai dengan makin cepatnya proses penyelesaian setelmennya.

Terkait dengan perkembangan itu, potensi pengembangan instrumen sistem pembayaran non tunai di Indonesia masih sangat besar. Adanya peningkatan penggunaan card based payment instruments yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, adanya kemudahan dalam penggunaan dan pengembangan teknologi, kecenderungan dan tuntutan masyarakat untuk bertransaksi dengan menggunakan instrumen yang lebih efisien dan aman, serta beberapa keunggulan instrumen non tunai dibandingkan dengan penggunaan uang tunai, telah mendorong Bank Indonesia untuk lebih mengupayakan terciptanya masyarakat yang berkecenderungan non-tunai.

“Salah satu upaya yang ditempuh Bank Indonesia dalam hal ini adalah memetakan preferensi masyarakat, menggali sisi makro ekonomi, teknis operasional, legal, dan perlindungan konsumen, serta menyusun arah ke depan penggunaan instrumen non tunai, dalam suatu Grand Desain Upaya Peningkatan Penggunaan Pembayaran Non Tunai di Indonesia,” tambah Maulana.

Seminar internasional ini diadakan selama 2 hari dan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri seperti pakar dan pengamat ekonomi, legislatif, akademisi, praktisi perbankan, pelaku bisnis dan international experts dalam bidang sistem pembayaran non tunai. Peserta yang hadir dalam seminar mewakili berbagai kalangan seperti instansi Pemerintah, akademisi, perbankan, aparat penegak hukum dan  pelaku bisnis. 

Jakarta, 17 Mei 2006
DIREKTORAT PERENCANAAN STRATEGIS
dan HUBUNGAN MASYARAKAT

Rizal A. Djaafara
Kepala Biro

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel