Koreksi Harga Pangan Mendorong Deflasi Agustus 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
14 November 2018

No. 20/ 70 /DKom 

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2018 tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3,5%±1% (yoy). IHK pada Agustus 2018 mengalami deflasi 0,05% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mencatat inflasi sebesar 0,28% (mtm). Deflasi yang terjadi ditengah masuknya periode Idul Adha tersebut juga berbeda bila dibandingkan dengan rata-rata historis periode Idul Adha dalam empat tahun terakhir yang mencatat inflasi 0,19% (mtm). Deflasi IHK pada bulan ini terutama bersumber dari deflasi kelompok volatile food dan administered prices, disertai melambatnya inflasi inti. Dengan perkembangan tersebut, inflasi secara kumulatif sampai dengan Agustus 2018 tercatat 2,13% (ytd) dan secara tahunan mencapai 3,20% (yoy) atau masih berada dalam kisaran sasaran inflasi.

Kelompok volatile food mencatat deflasi seiring koreksi harga beberapa komoditas pangan. Kelompok volatile food mengalami deflasi 1,24% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan lalu yang mencatat inflasi sebesar 0,90% (mtm). Deflasi kelompok volatile food tersebut juga lebih dalam bila dibandingkan dengan rata-rata historis deflasi periode Idul Adha empat tahun terakhir sebesar 0,44% (mtm). Deflasi terutama bersumber dari koreksi harga beberapa komoditas pangan seperti telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras, bayam, cabai merah, dan cabai rawit. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 4,97% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 5,36% (yoy).

Kelompok administered prices kembali mengalami deflasi terutama karena koreksi tarif angkutan udara. Deflasi kelompok administered prices pada bulan Agustus 2018 tercatat 0,06% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat deflasi 0,68% (mtm). Deflasi yang terjadi pada kelompok administered prices ini berbeda bila dibandingkan dengan rata-rata historis periode Idul Adha selama empat tahun terakhir yang mencatat inflasi 0,31% (mtm). Deflasi kelompok administered prices pada Agustus 2018 disebabkan oleh berlanjutnya koreksi harga tarif angkutan udara ke level harga sebelum Idul Fitri. Secara tahunan, komponen administered prices  mencatat inflasi sebesar 2,55% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 2,11% (yoy).

Inflasi inti tetap terkendali. Inflasi inti tercatat sebesar 0,30% (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi bulan lalu sebesar 0,41% (mtm). Inflasi kelompok inti pada bulan Agustus 2018 dipengaruhi oleh komponen uang sekolah (SD, SMA, SMP), nasi dengan lauk, kontrak rumah, sewa rumah dan batu bata/batu tela. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,90% (yoy), sedikit mengalami peningkatan dari bulan Juli 2018 yang sebesar 2,87% (yoy). Terkendalinya inflasi inti hingga Agustus 2018 tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi 2018 yaitu 3,5%±1% (yoy). Untuk itu, koordinasi kebijakan antara Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat dalam pengendalian inflasi agar tetap terjaga pada level yang rendah dan stabil.

Jakarta, 3 September 2018
DEPARTEMEN KOMUNIKASI

Agusman
Direktur Eksekutif

 

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel