Kinerja Transaksi Berjalan Terus Membaik pada Triwulan I-2014 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 November 2019
No. 16/31/DKom

 

Tren perbaikan kinerja transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat terus berlanjut pada triwulan I-2014. Defisit transaksi berjalan turun dari US$4,3 miliar (2,12% PDB) pada triwulan IV-2013 menjadi US$4,2 miliar (2,06% PDB) pada triwulan I-2014. Perbaikan ini bersumber dari penurunan impor barang dan berkurangnya defisit neraca jasa dan neraca pendapatan. Impor nonmigas masih terkontraksi mengikuti moderasi permintaan domestik sebagaimana tercermin dari menurunnya impor bahan baku dan barang modal. Meskipun impor nonmigas mengalami penurunan, surplus neraca perdagangan nonmigas triwulan I-2014 tercatat lebih rendah daripada triwulan IV-2013 dipengaruhi ekspor nonmigas yang secara nominal kembali tumbuh negatif karena melemahnya permintaan global terutama Tiongkok, penurunan harga komoditas global serta pengaruh temporer kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah. Selain itu, impor migas juga terkontraksi lebih dalam mengikuti pola konsumsi BBM yang lebih rendah di awal tahun. Namun demikian, ekspor migas yang juga tumbuh negatif seiring turunnya produksi minyak menyebabkan defisit neraca perdagangan migas meningkat. Sementara itu, penurunan defisit neraca jasa disebabkan oleh berkurangnya pengeluaran jasa transportasi, mengikuti turunnya impor barang, dan pengeluaran jasa travel, mengikuti turunnya jumlah penduduk Indonesia yang bepergian ke luar negeri pascaberakhirnya musim haji dan masa liburan akhir tahun. Dalam periode yang sama, defisit neraca pendapatan juga menyusut, terutama akibat berkurangnya pembayaran bunga utang luar negeri sesuai jadwalnya.

Di sisi lain, membaiknya kondisi fundamental ekonomi Indonesia mendorong tingginya minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia sehingga transaksi modal dan finansial mengalami surplus sebesar US$7,8 miliar. Total aliran masuk dana asing tercatat meningkat dari US$10,5 miliar pada triwulan IV-2013 menjadi US$12,3 miliar pada triwulan I-2014, terutama pada instrumen portofolio. Peningkatan aliran masuk investasi portofolio asing tersebut, selain dipengaruhi kenaikan net beli asing pada instrumen portofolio berdenominasi rupiah, juga didukung oleh langkah Pemerintah menerbitkan obligasi valas sebagai salah satu sumber pembiayaan defisit fiskal. Surplus transaksi modal dan finansial juga bersumber dari aliran masuk investasi langsung asing yang masih kuat dan tercatat pada level yang relatif sama dengan triwulan sebelumnya. Namun demikian, surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan I-2014 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan IV-2013 sebesar US$8,8 miliar dipengaruhi oleh penempatan simpanan swasta di luar negeri seiring derasnya aliran masuk investasi portofolio.

Perbaikan transaksi berjalan dan surplus transaksi modal dan finansial menyebabkan secara keseluruhan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan I-2014 mencatat surplus sebesar US$2,1 miliar. Surplus NPI triwulan I-2014 tersebut pada gilirannya mendorong kenaikan cadangan devisa dari US$99,4 miliar pada triwulan IV-2013 menjadi US$102,6 miliar pada Maret 2014, atau setara 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Pada April 2014, cadangan devisa terus meningkat hingga mencapai US$105,6 miliar. Bank Indonesia menilai kinerja NPI triwulan I-2014 berkontribusi positif dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang.  

Penjelasan dan data yang lebih lengkap dapat dilihat pada Laporan NPI Triwulan I-2014 di website Bank Indonesia.

Jakarta, 9 Mei 2014
Departemen Komunikasi

Peter Jacobs
Direktur

 

Catatan:

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel