Bank Indonesia Mencabut Izin Usaha PT Bank Global Internasional Tbk - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 November 2018

No.7/8/BGub/Humas


Bank Indonesia melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 7/2/KEP-GBI/2005 tanggal 13 Januari 2005 mencabut izin usaha PT Bank Global Internasional Tbk. Pencabutan izin usaha ini merupakan langkah terakhir setelah berbagai langkah penyelamatan dilakukan. Dalam usaha penyelamatan tersebut, pemegang saham dan pengurus bank tidak memperlihatkan upaya yang sungguh-sungguh untuk melakukan langkah-langkah perbaikan yang diminta oleh Bank Indonesia sehingga bank tetap mengalami kekurangan modal sebagaimana terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) bank yang masih negatif 39,11%. Pencabutan izin usaha dimaksudkan untuk menciptakan sistem perbankan yang sehat, yang lebih siap bersaing di pasar global.

 

Sebelumnya, berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.6/90/Kep.GBI/2004 tanggal 13 Desember 2004 tentang Pembekuan Kegiatan Usaha PT Bank Global Internasional, Tbk, Bank Indonesia terhitung sejak tanggal 14 Desember 2004 membekukan kegiatan usaha PT Bank Global Internasional, Tbk.  Keputusan tersebut dikeluarkan  mengingat pada masa pengawasan khusus sejak tanggal 27 Oktober 2004, berbagai upaya pembinaan Bank Indonesia terhadap PT. Bank Global Internasional, Tbk antara lain meminta pemilik untuk melakukan perbaikan permodalan (capital restoration plan); menjaga likuiditas bank agar tidak mengalami kesulitan likuiditas dan penghentian sementara kegiatan-kegiatan tertentu (MSA : Mandatory Supervisory Action) tidak dilakukan. Hal tersebut terutama disebabkan karena direksi tidak menunjukkan itikad baik untuk mematuhi ketentuan Bank Indonesia, serta telah melanggar berbagai pernyataan dan komitmen tertulis yang telah ditanda tangani dihadapan pejabat Bank Indonesia.

 

Selain itu direksi, pejabat eksekutif dan beberapa karyawan bank diduga telah melakukan tindak pidana di bidang perbankan berupa merusak dan upaya menghilangkan dokumen/berkas warkat bank.  Hal tersebut mengakibatkan kondisi PT. Bank Global Internasional, Tbk terus memburuk.


MEKANISME PELAKSANAAN PENJAMINAN PEMERINTAH

Bank Indonesia meminta agar nasabah bank serta masyarakat lainnya tetap tenang karena Program Penjaminan yang diatur dalam Keppres No. 26 Tahun 1998 masih berlaku. Untuk langkah selanjutnya, Untuk menyelesaikan pembayaran simpanan nasabah dan kreditur sesuai ketentuan Program Penjaminan, Bank Indonesia berkoordinasi dengan Departemen Keuangan, dalam hal ini Unit Pelaksana Program Penjaminan (UP3). Sementara itu, penyelesaian permasalahan bank dengan karyawan akan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun pelaksanaan pembayaran akan dilakukan oleh UP3 sebagai berikut :

  1. Pembayaran dilakukan oleh bank pembayar yang ditunjuk UP3 yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui kantor-kantor cabangnya yang terdekat dengan kantor-kantor PT Bank Global Internasional, Tbk sehingga memudahkan nasabah/kreditur menerima pembayaran dana simpanannya.
  2. Untuk memudahkan pelaksanaan pembayaran, nasabah penyimpan dan kreditur diwajibkan membawa dokumen-dokumen atau bukti-bukti kepemilikan dana disertai dengan identitas diri berupa KTP, SIM atau identitas lainnya.
  3. Pembayaran akan mulai dilakukan segera setelah dilakukan verifikasi.
  4. Para penyimpan dana dan kreditur diminta menghubungi kantor-kantor PT Bank Global Internasional, Tbk dimana dana disimpan untuk mendapatkan penjelasan teknis pembayaran yang akan dilakukan oleh UP3.

Kepada karyawan bank diharapkan dapat tetap membantu proses penanganan nasabah di bank tersebut yang dilakukan oleh UP3. Hal ini akan mempercepat pula proses pemenuhan atas hak-hak karyawan bank tersebut.

 

Penjelasan lebih lanjut mengenai prosedur pembayaran akan diinformasikan melalui situs Bank Indonesia (www.bi.go.id), pengumuman di media massa, dan hotline nomor: 3818428 dan 3818051 fax : 2311137. Khusus bagi media massa, pertanyaan/konfirmasi dapat ditujukan kepada Kepala Biro Komunikasi BI, Sdr. Rizal A. Djaafara, nomor handphone: 08121065334.

 

 

Jakarta, 13 Januari 2005

BIRO KOMUNIKASI


Rizal A. Djaafara

Kepala Biro

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel