Kondisi Global Pengaruhi Neraca Perdagangan Juli 2019 ​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
18 September 2019

No.21/60/DKom
Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2019 mengalami defisit 0,06 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya mencatat surplus 0,30 miliar dolar AS. Defisit tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah defisit neraca perdagangan migas yang membaik. Penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas disebabkan ekspor nonmigas yang belum kuat di tengah impor nonmigas yang meningkat. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas yang membaik terutama disebabkan oleh kinerja ekspor migas yang meningkat.

Neraca perdagangan nonmigas pada Juli 2019 tercatat surplus 0,08 miliar dolar AS, menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 1,26 miliar dolar AS. Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan ekspor nonmigas yang belum kuat sejalan dengan perekonomian dunia yang melambat dan harga komoditas yang belum naik. Ekspor nonmigas tercatat sebesar 13,85 miliar dolar AS, meningkat 2,80 miliar dolar AS (mtm) dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya. Peningkatan ekspor nonmigas antara lain terjadi pada komponen kendaraan dan bagiannya, mesin/peralatan listrik, dan bahan bakar mineral. Sementara itu, impor nonmigas naik dari 9,78 miliar dolar AS menjadi 13,77 miliar dolar AS sejalan dengan permintaan domestik yang tetap baik. Kenaikan impor nonmigas didominasi oleh komponen mesin/pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, serta besi dan baja.

Defisit neraca perdagangan migas pada Juli 2019 tercatat sebesar 0,14 miliar dolar AS, membaik dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar 0,97 miliar dolar AS. Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan ekspor migas dari 0,75 miliar dolar AS menjadi 1,61 miliar dolar AS. Peningkatan ekspor migas terjadi pada seluruh komponen baik hasil minyak, minyak mentah, dan gas. Sementara itu, impor migas tercatat sebesar 1,75 miliar dolar AS, tidak banyak berbeda dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya sebesar 1,71 miliar dolar AS. Peningkatan impor migas terjadi pada komponen minyak mentah, sedangkan komponen hasil minyak dan gas mengalami penurunan.

Bank Indonesia memandang perkembangan neraca perdagangan pada Juli 2019 tidak terlepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan harga komoditas yang belum naik, di tengah permintaan domestik yang masih solid. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan. 

Jakarta, 15 Agustus 2019
DEPARTEMEN KOMUNIKASI


Onny Widjanarko
Direktur Eksekutif

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel