Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (7 Agustus 2020) - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
18 September 2020
Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :
A.   Perkembangan Nilai Tukar 3-6 Agustus 2020
Pada akhir hari Kamis, 6 Agustus 2020 
1.   Rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.580 per dolar AS.
2.   Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke level 6,76%.
3.   DXY[1] melemah ke level 92,79.
4.   Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke level 0,536%.
Pada pagi hari Jumat, 7 Agustus 2020
1.   Rupiah dibuka pada level (bid)  Rp14.550 per dolar AS.
2.   Yield SBN 10 tahun naik ke  level 6,77%.
Aliran Modal Asing (Minggu I Agustus 2020)
1.   Premi CDS (Credit Default Swaps)[3] Indonesia 5 tahun turun ke 106,81 bps per 6 Agustus 2020 dari 113,65 bps per 31 Juli 2020.
2.   Berdasarkan data transaksi 3-6 Agustus 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp0,89 triliun, dengan jual neto di pasar saham sebesar Rp1,97 triliun dan beli neto di pasar SBN sebesar Rp1,08 triliun.
3.   Berdasarkan data setelmen selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp143,72 triliun.
B.   Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali
1.   Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu I Agustus 2020, inflasi Agustus 2020 diperkirakan sebesar 0,01% (mtm).  Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Agustus  2020 secara tahun kalender sebesar 0,99% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,39% (yoy).
2.   Penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar 0,09% (mtm), cabai merah sebesar 0,03% (mtm), minyak goreng, ikan kembung dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi yaitu daging ayam ras sebesar -0,11% (mtm), bawang merah sebesar -0,06% (mtm), telur ayam ras dan jeruk masing-masing sebesar -0,02% (mtm), dan tomat sebesar -0,01% (mtm).
 
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.
 
Jakarta, 7 Agustus 2020
Kepala Departemen Komunikasi
Onny Widjanarko
Direktur Eksekutif

Informasi tentang Bank Indonesia
Tel.021-131, email : bicara@bi.go.id
  

[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).
[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
[3] CDS atau Credit Default Swaps merupakan indikator yang sering digunakan dalam mengukur risiko suatu negara.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel