​ BI Beri Bantuan APD dan Alkes untuk Tenaga Medis - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
24 November 2020

Dedikasi_Untuk_Negeri_08042020.jpeg 

Bank Indonesia (BI) memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kesehatan (alkes) berupa Rapid Diagnostic Test dan masker kesehatan untuk tenaga medis guna mendukung percepatan penanganan kesehatan pandemi COVID-19. Bantuan diserahkan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, melalui Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, yang diterima oleh Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, pada hari ini (8/4) di Jakarta. Secara rinci bantuan yang diberikan berupa 5000 (lima ribu) buah Alat Pelindung Diri (APD), 10.000 (sepuluh ribu) set Alat Rapid Diagnostic Test, dan 100.000 (seratus ribu) buah masker. “BI mengapresiasi Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 dan seluruh tenaga medis yang melakukan berbagai upaya guna memutus rantai penyebaran COVID-19 dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya dan ancaman COVID-19”, demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti. Dalam kesempatan tersebut, Doni Monardo juga menyampaikan pentingnya masyarakat untuk senantiasa menjaga daya tahan tubuh dan asupan nutrisi.

Selain memberikan bantuan kepada tenaga medis, Bank Indonesia juga turut memberikan bantuan kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut antara lain berupa masker, cairan disinfektan dan alat semprotnya, hand sanitizer, vitamin, serta wastafel portable luar ruang. Bantuan BI tersebut disalurkan melalui 46 (empat puluh enam) Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia. Nilai bantuan yang telah disalurkan saat ini mencapai Rp9,8 miliar, dan jumlah tersebut dapat ditambah seiring dengan realisasi penyaluran bantuan di daerah.

Pemberian bantuan ini adalah bagian dari program "Dedikasi Untuk Negeri" Bank Indonesia yang merupakan aksi kepedulian sosial BI kepada masyarakat, khususnya saat ini dalam mendukung Pemerintah mengatasi pandemi COVID-19. BI mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif mengikuti seruan Pemerintah dalam memitigasi penyebaran COVID-19, baik melalui social/physical distancing, bekerja dari rumah (WFH), dan bertransaksi secara nontunai.

BI akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah, OJK, dan LPS untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel